Wall Street Loyo, IHSG Lanjutkan Tradisi Positif
:
0
IHSG mencetak rekor terbaru. FOTO - AJI/Emitennews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kompak ditutup melemah tipis. Itu seiring tekanan terhadap saham sektor keuangan berlanjut. Emiten perbankan berkapitalisasi besar, JP Morgan terkoreksi 4,19 persen meski melaporkan kinerja keuangan kuartal empat tahun lalu lebih baik dari ekspektasi.
Performa negatif itu, tidak lepas dari rencana presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membatasi suku bunga kredit selama satu tahun maksimal 10 persen. Emiten sektor keuangan lain paling terdampak rencana tersebut yaitu Mastercard anjlok 3,8 persen, dan Visa terkoreksi 4,5 persen.
Sementara itu, pada awal perdagangan, indeks sempat mendapat dukungan dari data inflasi Desember 2025 cukup terkendali. Inflasi inti pada bulan tersebut hanya naik 0,2 persen mom/2,6 perssen yoy, lebih rendah dari konsensus surplus 0,3 persen mom/+2,8 persen yoy. Koreksi mayoritas indeks bursa Wall Streeet diprediksi menjadi sentimen negatif pasar.
Di sisi lain, lonjakan harga beberapa komoditas, dan aksi beli investor asing berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Dengan demikian, indeks sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 14 Januari 2026 diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat.
So, indeks akan mengitari kisaran support 8.855-8.760, dan resistane 9.040-9.135. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor untuk mengoleksi saham NCKL, HRUM, INCO, PTBA, TINS, dan BSDE sebagai jujukan investasi. (*)
Related News
Telisik! BREN, TPIA, CUAN hingga DSSA Dominasi Top Losers Pekan Ini
Pelototi, Ini 10 Saham Top Gainers dalam Sepekan
Pekan Kelabu, IHSG Anjlok 3,53 Persen, Asing Kabur Rp40,82 Triliun
Masyarakat ASEAN Target Empuk Scam Online, Google Turunkan Bantuan
Pertemuan Tump - Xi Jinping Angkat Kembali Dow Jones di Atas 50.000
Pemerintah Siapkan Support, Zarubezhneft Setuju Lanjutkan Blok Tuna





