EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup melemah tipis. Itu seiring aksi ambil untung investor terhadap saham produsen chip dalam beberapa hari terakhir telah mencatat penguatan cukup signifikan. Dua saham produsen chip tercatat mengalami koreksi signfikan yaitu Micron Technology 10,57 persen, dan Sandisk 10,62 persen.

Meski mengalami penurunan signifikan, kedua emiten tersebut sejak awal tahun masih membukukan kenaikan sangat tinggi. Micron misalnya melejit 260 persen, dan Sandisk meroket 750 persen. Sementara itu, saham produsen chip lain, Nvidia susut 1,25 persen, dan Broadcom turun 2,23 persen.

Di sisi lain, beberapa saham teknologi berkapitalisasi besar justru mencatat penguatan. Di antaranya Meta Platform melesat 8,81 persen setelah menyatakan akan masuk bisnis komputasi awan, Microsoft melonjak 3,02 persen, dan Apple melesat 1,73 persen.

Koreksi indeks bursa Wall Street, aksi jual investor asing berlanjut, dan depresiasi rupiah diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Lonjakan harga komoditas mineral logam berpeluang menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat.

Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 2 Juli 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 5.610-5.525, dan resistance 5.780-5.865. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Erajaya (ERAA), Japfa (JPFA), Timah (TINS), Merdeka (MBMA), Merdeka Copper (MDKA), dan BCA (BBCA). (*)