Wall Street Perkasa, IHSG Cenderung Melemah
:
0
Suasana di pelataran patung Banteng Wulung Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup menguat. Itu setelah Donald Trump membatlkan rencana penerapan tarif impor untuk delapan negara Eropa Anggota NATO. Berdasar skenario, pengenaan tarif impor tersebut semula akan mulai berlaku pada awal Februari 2026.
Presiden Amerika Serikat (AS) itu, membatalkan renana tersebut seiring tercapainya kerangka kesepakatan mengenai Greenland. Pada awal sesi, indeks juga sudah mulai bergerak menguat setelah Trump dalam World Economic Forum, Davos mengaku tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mendapat Greenland.
Sejalan dengan pembatalan rencana penerapan tarif impor itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS pada hari sebelumnya sempat mengalami lonjakan, kemarin berbalik arah turun. Begitu juga dengan nilai tukar dolar AS berhasil menguat terhadap mata uang utama dunia lainnya.
Sementara itu, saham emiten perbankan juga berhasil mencatat kenaikan setelah Paman Trump mengatakan akan berkonsultasi dengan kongres mengenai rencana penerapan batas atas bunga kartu kredit 10 persen. Rebound Wall Street, harga minyak mentah, rude palm oil (CPO), dan beberapa komoditas mineral logam diprediksi menjadi sentimen positif pasar.
Di sisi lain, mulai adanya tekanan jual investor asing di bank BCA, dan pergerakan rupiah cenderung melemah mendekati level Rp17 ribu, berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Indeks diprediksi bergerak akan bergerak bervariasi cenderung melemah.
Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 22 Januari 2026, indeks akan menyusuri kisaran support 8.920-8.830, dan resistance 9.100-9.190. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Harita Nickel (NCKL), Vale (INCO), Merdeka (MBMA), Antam (ANTM), Merdeka Gold (MDKA), dan Mayora (MYOR). (*)
Related News
CIMB Niaga Gelar Tour de Bank (TDB), ini Tujuannya
Moratorium Dibuka, BUMN Thailand Kembali Incar Hulu Migas RI
Rumput Laut RI Bebas Tarif AS, Negara Pesaing Kena 12,5%
I-EU CEPA Siap Diteken: Sawit, Karet, Alas Kaki Bebas Tarif
Jajaran Top Losers Sepekan, TCPI, TMPO Hingga FILM
Emiten H Isam (JARR) Masuk Top Gainers Sepekan, Cek Daftar Lengkapnya





