Wall Street Perkasa, IHSG Cenderung Tertekan
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Mayoritas indeks utama Wall Street kembali melanjutkan penguatan. Hasil itu, menjadi reli selama empat hari berturut-turut. S&P 500 mencetak rekor all time high, didorong kinerja solid saham-saham teknologi, khususnya berhubungan dengan kecerdasan buatan (AI).
Pasar saham tetap bertahan di zona hijau meski data ekonomi terbaru Amerika Serikat (AS) menunjukkan kinerja jauh lebih kuat dari perkiraan. Departemen Perdagangan AS melaporkan ekonomi AS tumbuh 4,3 persen pada kuartal III, melampaui estimasi sebelumnya 3,3 persen.
Data tersebut sempat memicu kekhawatiran peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada awal 2026 akan berkurang. Pasar saham bahkan sempat dibuka melemah sebelum akhirnya berbalik menguat, dan ditutup positif. Laporan pertumbuhan ekonomi itu baru rilis setelah tertunda akibat goverment shutdown yang memecahkan rekor terlama dalam sejarah.
Saham berhubungan dengan kecerdasan buatan (AI) kembali menguat setelah pelemahan pekan lalu akibat kekhawatiran valuasi, dan tingginya belanja modal perusahaan AI. Nvidia menjadi pendorong terbesar indeks S&P 500 dengan kenaikan 3 persen, sementara Amazon, Alphabet, dan Broadcom masing-masing naik lebih dari 1 persen.
Lonjakan indeks-indeks utama Wall Street seiring kenaikan saham-saham berbasis AI, dan lompatan mayoritas harga komoditas global diprediksi dapat menjadi katalis positif. Namun, aksi net sell jumbo oleh investor asing dari indeks harga saham gabbungan (IHSG) bisa menjadi sentimen negatif.
Kondisi itu, diperparah dengan tren pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih berlanjut diperkirakan berpotensi menjadi katalis negatif untuk pasar. So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah pada kisaran support 8.503-8.414, dan resistance 8.667-8.750.
Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Japfa (JPFA), Harum (HRUM), Telkom Indonesia (TLKM), Medco Energi Internasional (MEDC), Merdeka Battery Materials (MBMA), dan XLSmart (EXCL). (*)
Related News
CIMB Niaga Gelar Tour de Bank (TDB), ini Tujuannya
Moratorium Dibuka, BUMN Thailand Kembali Incar Hulu Migas RI
Rumput Laut RI Bebas Tarif AS, Negara Pesaing Kena 12,5%
I-EU CEPA Siap Diteken: Sawit, Karet, Alas Kaki Bebas Tarif
Jajaran Top Losers Sepekan, TCPI, TMPO Hingga FILM
Emiten H Isam (JARR) Masuk Top Gainers Sepekan, Cek Daftar Lengkapnya





