Wall Street Rebound, IHSG Cenderung Koreksi
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG akhir 2025. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup menguat tipis. Itu seiring fluktuasi harga minyak mentah, dan asa konflik militer Timur Tengah berakhir. Berdasar laporan Axios, saat ini Amerika Serikat (AS), Iran, dan mediator sedang mendiskusikan proposal gencatan senjata selama 45 hari.
Gencatan senjata itu, diharap bisa mengakhiri konflik militer secara permanen. Namun, peluang tercapainya kesepakatan secara parsial sebelum batas waktu hari Selasa kemungkinan sangat kecil. Sementara itu, Reuters juga melaporkan Amerika dan Iran sudah menerima proposal untuk menghentikan serangan.
Kalau proposal disetujui, gencatan senjata akan segera aktif, dan selat Hormuz dibuka. Presiden Amerika Donald Trump kembali menegaskan Iran hanya mempunyai waktu hingga Selasa, 7 April 2026 pukul 08.00 waktu setempat untuk membuka selat Hormuz. Kalau tidak, Amerika akan menghancurkan pembangkit listrik, dan jembatan.
Penguatan indeks bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Rupiah tertekan, aksi jual investor asing, dan ketidapastian konflik Timur Tengah belum pasti berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah.
Sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 7 April 2026, indeks akan menyusuri kisaran support 6.925-6.860, dan resistance 7.055-7.120. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor menjala saham Timah (TINS), Hartadinata (HRTA), J Resoures (PSAB), Bukit Asam (PTBA), Adaro (ADRO), dan Bumi Resources (BUMI). (*)
Related News
Dengar Masukan Penjual dan Platform Lokapasar, Permendag Direvisi
Imbal Hasil Obligasi 10 Tahun Jepang, AS, dan Australia Kompak Turun
Indofood Salurkan Bantuan Hewan Kurban Iduladha 2026
BTN Salurkan 1.605 Hewan Kurban
Iduladha 1447 H, ACC Salurkan Ratusan Hewan Kurban
AATI Dorong Standarisasi Internasional Analis Teknikal Via ATAS 2026





