Wamenkeu Akui Pemerataan Ekonomi Antardaerah Masih Jadi Tantangan
:
0
EmitenNews.com - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengakui bahwa distribusi pemerataan ekonomi dan konvergensi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) antardaerah masih menjadi tantangan utama perekonomian Indonesia.
Menurutnya, pemerataan tersebut dapat atasi melalui pembangunan infrastruktur transportasi dan energi, serta mendorong pusat pertumbuhan ekonomi baru yang bersumber dari industrialisasi dan digitalisasi.
"Kita tidak ada keraguan bahwa yang namanya pertumbuhan ekonomi, kita harus cari sumber-sumber baru," kata Suahasil dalam Regional Chief Economist Forum di Nusa Dua, Bali, Jumat.
Suahasil menilai, industrialisasi Indonesia tercermin dari potensi modern sektor primer seperti pertanian, tambang, perkebunan seiring perubahan struktur ekonomi menuju sektor sekunder dan tersier.
Kemudian digitalisasi juga dapat dilihat dari proses perubahan bisnis yang mendorong efisiensi dan produk atau layanan baru yang lebih spesifik, contohnya pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Menurutnya, sinergi regional saat ini diarahkan menuju status standar pelayanan minimum yang mana daerah memiliki pemerataan akses dan mutu pelayanan publik pada sektor pendidikan, kesehatan, pengembangan diri, kesempatan kerja, sosial, pensiun dan jaminan hari tua.
Oleh karena itu dibutuhkan adanya pengelolaan risiko yang baik. Kebutuhan mencapai keseimbangan pengelolaan risiko jangka pendek dan jangka panjang, sekaligus membangun faktor fundamental yaitu sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, dan institusional.
"APBN harus senantiasa menjadi alat alokasi, distribusi, dan stabilisasi, dan perlu dijaga akuntabilitasnya," ujarnya.(*)
Related News
Jawab Kebutuhan Pasar, Bursa Rilis CFX10 Indeks Aset Kripto Pertama
Target Percaya Diri Pemerintah, Ekonomi Tumbuh 5,8-6,5 Persen 2027
Indonesia Tetap Menarik Untuk Investasi Jangka Panjang, Ini Sikap CIMB
Tanpa Reshuffle Purbaya, Rupiah dan IHSG Tiba-tiba Kompak Meledak!
Temui Presiden, Chatib Basri Ungkap Saat Ini Beda dengan Krisis 1998
Begini Pergerakan Rupiah Sebelum dan Setelah Kenaikan BI-Rate





