EmitenNews.com -Akuntan Publik meragukan kelangsungan usaha PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) karena dari hasil audit laporan keuangan tahun 2022 mendapati kewajiban jangka pendek melebihi aset lancar USD1,327 miliar.

 

Pasalnya, kewajiban jangka pendek mencapai USD2,399 miliar. Sedangkan aset lancar hanya USD1,072 miliar.

 

Kewajiban itu timbul dari pinjaman Tranche B senilai USD501,7 juta yang akan jatuh tempo pada Desember 2023.

 

KRAS juga mencatatkan tranche A senilai USD151,41 juta, pinjaman tranche C senilai USD924,52 juta dan Obligasi Wajib Konversi USD110,52 juta yang jatuh tempo dalam 12 bulan kedepan setelah pelanggaran syarat non keuangan.

 

Karena itu, terdapat ketidakpastian material karena KRAS bergantung pada dukungan kreditur dan pemasok yang ada melalui penundaan pembayaran liabilitas dan kemampuannya untuk memperbaiki kinerja operasional dan kondisi keuangan.