Waspada! IHSG Dekati Level 4.750
:
0
Suasana main hall bursa efek indonesia (BEI). Foto: EmitenNews
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah 3,78 persen menjadi 4.904. Seluruh sektor turun dengan pelemahan terbesar sektor basic material 6 persen, terutama dikontribusi koreksi saham berbasis nikel, dan emas. Itu akibat produksi nikel dalam negeri akan dibatasi untuk menjaga harga tetap tinggi, dan akibat koreksi harga emas.
Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level 4.650-4.750 jika support 4.900 tidak mampu menahan penurunan lebih lanjut. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 menjadi 5,4–5,5 persen, lebih rendah dibanding perkiraan sebelumnya 5,6–6,0 persen.
Itu mencerminkan peningkatan tekanan eksternal terhadap prospek ekonomi domestik. Revisi itu, berpotensi membatasi optimisme investor terhadap prospek laba emiten, terutama sektor yang sensitif terhadap daya beli, dan aktivitas ekonomi, seperti konsumer, ritel, dan properti.
Menteri Keuangan Suahasil menegaskan Pemerintah tidak akan memberlakukan skema pungutan pajak baru pada 9 November 2026, termasuk isu pungutan pajak digital oleh perbankan, fintek, hingga e-commerce. Klarifikasi itu, diharap meredakan kekhawatiran pelaku usaha, dan masyarakat terhadap potensi kenaikan biaya transaksi digital.
Sementara itu, Pemerintah tengah merancang perubahan aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Summer Daya Alam (SDA) untuk mendorong eksportir mengonversi lebih banyak devisa dalam dolar AS ke Rupiah. Kebijakan itu, diharap dapat memperkuat likuiditas, dan meningkatkan ketahanan pasar keuangan domestik. Namun, perlu dicermati dampaknya terhadap fleksibilitas likuiditas eksportir.
Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Mitra Adiperkasa (MAPI), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Unilever Indonesia (UNVR), Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS), dan Ultrajaya (ULTJ). (*)
Related News
IHSG Pagi Kembali Dibuka Tertekan 1 Persen Lebih, Susuri Level 4.800
Pajak Digital Incar Transaksi Asing, Arsitek Cemaskan Biaya Software
Wall Street Rebound, IHSG Lanjut Tertekan
Aset Terjaga, Pefindo Ganjar idAAA(sf) Sertifikat Efek Terbitan SMF
Rem Ekspor Bahan Baku, Pembangunan Smelter Dikaji Ulang
Waspada Tekanan IHSG Lanjut Hari Ini





