EmitenNews.com - PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) mempercepat pengembangan bisnis daur ulang plastik melalui unit usahanya Blue Phoenix Industries dengan menyiapkan pendanaan dari aksi private placement. Dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat kapasitas produksi, memperluas jaringan pengumpulan limbah plastik, hingga meningkatkan kesiapan ekspor.

Manajemen WGSH dalam materi paparan publik, dikutip Minggu (26/7/2026) menjelaskan Blue Phoenix mengolah botol plastik PET pascakonsumsi menjadi resin daur ulang atau recycled PET (rPET) food grade 100%. Pada kapasitas penuh, fasilitas tersebut mampu mendaur ulang hingga 85 juta botol plastik setiap bulan.

Perseroan menilai peluang bisnis ini masih sangat besar. Indonesia menghasilkan sekitar 7-8 juta ton limbah plastik setiap tahun, namun kurang dari 10% yang berhasil didaur ulang secara efektif. Kondisi tersebut membuka ruang pertumbuhan bagi industri daur ulang berbasis ekonomi sirkular.

Selain memberikan nilai ekonomi, produksi rPET juga dinilai lebih ramah lingkungan. Setiap kilogram rPET menghasilkan emisi karbon sekitar 79% lebih rendah dibandingkan virgin PET, sekaligus berpotensi memangkas emisi sekitar 1,7 ton CO? untuk setiap ton produk yang dihasilkan.

WGSH juga mengintegrasikan pemulung dan komunitas lokal ke dalam rantai pasok formal sehingga menciptakan lapangan kerja hijau (green jobs). Model bisnis tersebut diklaim mampu meningkatkan nilai tambah hingga sekitar 500% dari botol plastik bekas menjadi pelet rPET berkualitas food grade yang siap memenuhi pasar ekspor.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 208,5 juta saham baru melalui mekanisme private placement. Pelaksanaan aksi korporasi itu dapat dilakukan hingga 19 Juni 2028 setelah memperoleh persetujuan RUPSLB pada 19 Juni 2026.

Dana hasil private placement akan dialokasikan sekitar Rp20 miliar sebagai modal kerja untuk pengadaan 1.500 ton cacahan (flakes) PET setiap bulan guna memenuhi permintaan yang terus meningkat. Perseroan juga menganggarkan Rp2,5 miliar untuk membangun prototipe startup "Lungpat" yang bertujuan mengintegrasikan pemulung ke dalam jaringan pengumpulan limbah plastik, serta Rp2,5 miliar lainnya untuk meningkatkan mesin pemrosesan agar memenuhi standar ekspor sekaligus meningkatkan efisiensi produksi.

Dengan penguatan kapasitas tersebut, WGSH berharap dapat memperbesar kontribusi bisnis rPET sekaligus menangkap peluang pertumbuhan industri ekonomi sirkular di dalam maupun luar negeri.

Lebih lanjut, perseroan juga memproyeksikan lompatan pendapatan dan laba bersih pada 2026 ke depan. Tahun ini, pendapatan perseroan diproyeksikan meningkat menjadi Rp242,36 miliar dibanding Rp50,07 miliar yang direalisasikan pada 2025. Laba bersihnya ditargetkan melesat dari Rp3,12 miliar pada 2025, menjadi Rp12,81 miliar tahun ini.

Perseroan juga memprediksi pendapatan akan meningkat dua kali lipat lebih menjadi Rp554,07 miliar pada 2030 dengan laba bersih mencapai Rp36,54 miliar.