WIFI Tembus Rp1T: Model Bisnis B2B Jadikan Surge Infrastruktur Elit!
WIFI Tembus Rp1T: Model Bisnis B2B Jadikan Surge Infrastruktur Elit!
EmitenNews.com - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), yang dikenal dengan nama dagang Surge, sedang berada di tengah transisi strategis yang agresif. Perusahaan secara fundamental beralih dari pemain digital yang terdiversifikasi menjadi penyedia infrastruktur digital wholesaler (B2B) inti.
Analisis utama investasi didasarkan pada kemampuan perusahaan memanfaatkan aset jaringan serat optik strategisnya, yang diperkuat oleh suntikan modal besar melalui aksi Korporasi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau Rights Issue.
Pola kinerja tahunan WIFI dari 2021 hingga 9 month 2025, seperti yang ditunjukkan dalam grafik tren, menggarisbawahi lintasan pertumbuhan pendapatan (Net Revenue) yang konsisten dan akseleratif.
Momentum ini mencapai puncaknya pada sembilan bulan pertama tahun 2025, di mana Pendapatan Usaha Bersih melonjak 100.99% secara tahunan (YoY), menembus angka Rp 1 triliun (Rp 1.014,91 triliun). Pertumbuhan ini merupakan bukti nyata keberhasilan implementasi strategi ekspansi yang agresif.
Hal yang lebih penting daripada besaran pertumbuhan adalah kualitas pertumbuhan tersebut, yang mencerminkan pergeseran strategis model bisnis.
Laporan keuangan 9M 2025 secara tegas mengkonfirmasi bahwa perusahaan telah berhasil mengubah bauran pendapatannya. Segmen Telekomunikasi (Konektivitas) telah menjadi kontributor pendapatan utama, menyumbang Rp 739,45 miliar atau 72.86% dari total pendapatan. Sementara itu, segmen Periklanan menyumbang sisa 27.25%.
Ketergantungan yang tinggi pada segmen Konektivitas mengubah profil risiko perusahaan secara fundamental menjadi lebih baik.
Pendapatan dari layanan infrastruktur seperti Leased Core (Dark Fiber), Leased Line (Bandwidth), dan Colocation umumnya berasal dari kontrak Business-to-Business (B2B) multi-tahun dengan klien stabil, seperti operator telekomunikasi atau perusahaan besar.
Transisi ini menunjukkan adanya perbaikan substansial dalam kualitas dan prediktabilitas arus pendapatan di masa depan.
Secara teoritis, pendapatan yang stabil dari aset infrastruktur mendukung multiple valuasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan periklanan yang cenderung lebih siklikal dan sensitif terhadap kondisi ekonomi.
Dengan demikian, lonjakan pendapatan di tahun 2025 bukan hanya angka besar, melainkan konfirmasi bahwa WIFI berhasil memposisikan diri sebagai pemain infrastruktur B2B strategis yang didukung oleh fondasi makro ekonomi digital Indonesia yang sangat kuat.
Disclaimer: Tulisan ini bukan ajakan jual/beli, tapi bahan diskusi biar lo makin pinter atur strategi. Do Your Own Research (DYOR)!
Related News
Divergensi Valuasi COIN, Mengapa Pasar Menilai Berbeda dari Proyeksi?
Transformasi AZKO dan NEKA dalam Mengonversi Valuasi ACES di 2026
Perisai Astra vs. Badai MSCI, Masihkah Risiko Likuiditas HEAL Relevan?
Hilirisasi AMMN Transformasi Strategis atau Risiko Sistemik Nyata?
MSCI dan Bursa: Apakah Kapitalisasi Tanpa Transparansi Itu Nyata?
Apakah Stabilitas IHSG Hanyalah Fatamorgana di Balik Dominasi DSSA?





