WIKA Lepas 49 Persen Saham Hotel Indonesia Group ke Entitas Afiliasi
Hotel Grand Inna milik PT Hotel Indonesia Natour
EmitenNews.com - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyampaikan bahwa entitas anak usahanya, PT Wijaya Karya Realty (WR), akan melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Hotel Indonesia Group (HIG). WR yang saat ini memiliki 49% saham HIG akan menjual sebanyak 1.470 saham kepada PT Hotel Indonesia Natour (HIN) dengan nilai transaksi sebesar Rp7,8 miliar.
Penjualan saham tersebut telah difinalisasi melalui penandatanganan Perubahan dan Pernyataan Kembali Kedua atas Perjanjian Pengalihan Saham Bersyarat yang dilakukan pada 26 Februari 2026 oleh WR, HIN, dan HIG. Penandatanganan ini menegaskan kesepakatan akhir atas skema serta nilai transaksi yang sebelumnya telah disepakati para pihak.
Mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan, Perseroan menilai transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020. Hal tersebut disebabkan adanya hubungan kepemilikan tidak langsung, di mana Pemerintah Republik Indonesia menjadi pemegang saham WR melalui WIKA sekaligus pemegang saham HIN.
Meski demikian, WIKA menegaskan transaksi tersebut tidak tergolong sebagai transaksi material berdasarkan POJK 17/2020. Nilai transaksi hanya setara 0,09% dari total ekuitas Perseroan yang mencapai Rp9,09 triliun per 31 Agustus 2025, sehingga jauh di bawah ambang batas 20% ekuitas yang ditetapkan regulator.
Dengan demikian, transaksi penjualan saham HIG ini dapat dilaksanakan tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham, serta dinilai tidak berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Related News
JPFA Raup Laba Rp4 Triliun Pada 2025, Melonjak 32,89 Persen!
Timur Tengah Bergejolak, Garuda Indonesia Tangguhkan Rute Doha
Aksi Serok Saham Pengendali INET di Februari, Gelontorkan Rp290,6M!
FY2025, BWPT Tuai Laba Dobel Digit di Tengah Kenaikan Beban Produksi
Turun Mesin Kinerja 2025 Emiten Sari Roti (ROTI) Laba Drop 28,7 Persen
Dirut PSGO Tersangkut Perkara, Manajemen Beber Kondisi Perusahaannya





