EmitenNews.com - Waskita Beton (WSBP) kuartal pertama 2026 menelan rugi Rp144,7 miliar. Bengkak 65,56 persen dari episode sama tahun lalu minus Rp87,4 miliar. Menyusul negatif itu, rugi per saham dasar menebal menjadi Rp2,89 dari sebelumnya Rp1,85. 

Pendapatan usaha Rp395,09 miliar, naik minimalis dari posisi sama tahun lalu Rp394,7 miliar. Beban pokok pendapatan Rp345,7 miliar, mengalami pembengkakan dari posisi sama tahun 2025 senilai Rp317,59 miliar. Laba kotor terkumpul Rp49,38 miliar, mengalami dilusi dari tahun lalu Rp77,11 miliar. 

Beban penjualan Rp23,43 miliar, turun dari Rp29,66 miliar. Beban umum dan administrasi Rp82,73 miliar, susut dari Rp106,53 miliar. Beban non-ontibuting plant Rp2,36 miliar, berkurang dari Rp18,74 miliar. Beban pajak penghasilan final Rp4,12 miliar, bengkak dari Rp2,48 miliar. Pendapatan bunga Rp675,58 juta, susut dari Rp1,13 miliar. 

Beban lain-lain Rp4,78 miliar, drop dari surplus Rp59,4 miliar. Jumlah beban usaha Rp116,75 miliar, bengkak dari tahun lalu Rp96,89 miliar. Rugi sebelum beban keuangan dan pajak Rp67,37 miliar, bengkak dari Rp19,78 miliar. Rugi bersih periode berjalan Rp144,7 miliar, bengkak dari Rp87,4 miliar.

Jumlah defisiensi ekuitas Rp2,11 triliun, bengkak dari akhir tahun lalu Rp1,96 triliun. Defisit Rp10,13 triliun, bengkak dari akhir 2025 senilai Rp9,98 triliun. Total liabilitas Rp5,05 triliun, menanjak dari akhir tahun sebelumnya Rp5,02 triliun. Jumlah aset Rp2,94 triliun, turun dari Rp3,05 triliun. (*)