EmitenNews.com - Sebuah kendaraan listrik (EV) Wuling Binguo (juga dikenal sebagai Bingo di berbagai pasar) dilaporkan terbakar saat diparkir area perumahan. Tidak ada korban luka dalam kejadian ini dan penyebabnya masih dalam penyelidikan.

Menurut keterangan pemilik kendaraan, sebagaimana dikutip Carnewschina.com, Kamis (7/5/2026), mobil tersebut telah diparkir dan dikunci sejak sekitar pukul 8 pagi di kawasan di Xuancheng, Provinsi Anhui, China.

Pemilik menyatakan bahwa kendaraan tersebut tidak sedang diisi daya dan belum dikendarai selama kurang lebih 3 jam sebelum asap dilaporkan muncul sekitar pukul 11:20 pagi di dekat roda depan kiri dan kompartemen depan.

Saksi mata dilaporkan memberi tahu layanan darurat setelah melihat asap keluar dari kendaraan. Petugas pemadam kebakaran kemudian memadamkan api, tetapi foto-foto yang beredar di media sosial China menunjukkan kendaraan tersebut rusak parah, dengan kabin dan struktur depan hampir sepenuhnya hangus terbakar.

Pemilik dilaporkan mengatakan bahwa kendaraan tersebut belum mengalami modifikasi dan belum lama terlibat dalam kecelakaan. Pemilik juga mengklaim bahwa uang tunai, dokumen, dan barang-barang pribadi yang disimpan di dalam kendaraan hancur terbakar.

Terdapat spekulasi tentang kemungkinan terjadinya pelarian termal baterai atau kegagalan sistem kelistrikan, dengan alasan suhu luar ruangan yang tinggi selama periode liburan Hari Buruh. Namun, belum ada kesimpulan resmi dari penyelidikan yang dirilis.

Penyelidikan Sedang Berlangsung

Menurut laporan personel teknis Wuling tiba di lokasi setelah kejadian dan mengambil komponen yang terkait dengan kendaraan untuk analisis lebih lanjut. Perusahaan belum secara publik mengkonfirmasi penyebab kebakaran tersebut.

Kejadian ini menarik perhatian karena seri Binguo adalah salah satu produk EV entry-level Wuling yang lebih terkenal di segmen hatchback listrik kecil di China dan dijual di sejumlah negara termasuk di Indonesia.

Tahun lalu Wuling Bingou terbakar di kawasan Jakarta. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.