Yield Obligasi AS Tembus Rekor 2 Dekade, Kontrak Saham Anjlok
:
0
Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat merosot pada perdagangan Senin. (Foto: Smart Asset)
EmitenNews.com - Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat merosot pada perdagangan Senin. Penurunan ini terjadi seiring sikap hati-hati investor menyusul lonjakan tajam imbal hasil (yield) obligasi pemerintah yang menekan indeks utama Wall Street pekan lalu.
Pada pekan sebelumnya, indeks Dow Jones turun 0,8% dan mencatatkan penurunan mingguan kedua berturut-turut. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite juga masing-masing melemah 1,4% dan 2%, mengakhiri penguatan selama tiga minggu berturut-turut.
Mengutip laporan Trading Economics, aksi jual di pasar saham dipicu oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun yang melampaui 5,3%. Lonjakan ini menjadi level tertinggi dalam hampir dua dekade. Yield obligasi di Jepang, Prancis, dan Jerman juga mencatatkan kenaikan ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Investor khawatir konflik berkepanjangan antara AS dan Iran dapat menahan harga minyak tetap tinggi dan memicu inflasi, sehingga membatasi ruang penurunan suku bunga acuan.
Di saat yang sama, Menteri Keuangan AS Scott Bessent bersiap mengumumkan sanksi baru terhadap Iran. Pelaku pasar juga menantikan laporan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Juli, pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di simposium Jackson Hole, serta laporan keuangan dari Nvidia dan Marvell Technology.
Kenaikan imbal hasil obligasi AS ke rekor tertinggi dua dekade ini berpotensi memicu pelemahan nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Lonjakan yield US Treasury kerap memicu arus modal keluar (capital outflow) dari pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia, menuju aset berimbal hasil tinggi di Amerika Serikat.(*)
Related News
Di RUPSLB Daring, Dirut PLN Berganti dari Darmawan ke Suroso Isnandar
Dolar AS Capai Level Tertinggi dalam 18 Bulan
Harapan Besar dari TEI 2026, Mendag Bidik Transaksi Rp313,25 Triliun
Emas Dunia Tertahan, Emas Antam Ikut Stagnan
Suku Bunga AS Berpotensi Naik, Harga Emas Global Tahan Diri
Daya Tawar Lemah, Harga Baja HRC Indonesia Merosot ke USD515





