EmitenNews.com - PT Link Net (LINK) tidak mengetahui secara detail tender offer saham perseroan. Pasalnya, tindakan itu bukan dilakukan perseroan. So, salah alamat kalau pertanyaan itu didaratkan ke meja kerja emiten di bawah naungan Lippo Group tersebut. 


”Perseroan tidak mengetahui informasi mengenai rencana pelaksanaan tender wajib. Pasalnya, perseroan bukan pihak yang wajib melakukan pelaksanaan tender offer,” sangkal Johannes, Corporate Secretary Link Net. 


Manajemen Link Net hanya mengerti teken share purchase agreement (SPA) pada 27 Januari 2022. SPA itu melibatkan PT XL Axiata (EXCL) dan Axiata Investment Indonesia sen.Bhd sebagai pembeli dengan PT First Media (KBLV), dan Asia Link Dewa Pte. Ltd sebagai penjual. ”Selain informasi itu, detailnya kami tidak mengetahui,” imbuhnya. 


Link Net juga belum bisa mengumbar rencana bisnis ke depan. Sebab, perseroan belum mendapat informasi lengkap dan rinci sehubungan dengan rencana pengambilalihan, dan rencana ke depan XL Axiata, dan Axiata Investment Indonesia sebagai calon pembeli. ”Kami belum dapat menelaah lebih lanjut dampak, dan rencana bagi perseroan,” ucapnya. 


Per 28 Februari 2022, pemegang saham Link Net terdiri atas First Media 798,96 juta lembar atau 27,9 persen, Asia Link Dewa Pte. Ltd 1,02 miliar setara 35,55 persen, UBS AG Ldn Branch 174,41 juta lembar alias 6,09 persen, masyarakat 760,43 juta lembar atau 26,56 persen, dan saham treasuri 111,61 juta lembar setara 3,9 persen. (*)