20 Saham di Indeks Baru BEI, Apa Saja?
:
0
Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan indeks baru di penghujung bulan Oktober 2026, namanya IDX Commodity 20. Ada saham apa saja? Foto: IDX
EmitenNews.com - Sebanyak 20 saham akan menghuni indeks baru yang akan diluncurkan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/10/2026).
Indeks baru BEI itu diberi nama IDX Commodity 20 yang berisi saham-saham perusahaan penghasil komoditas dan perusahaan yang bergerak di rantai pasok induatri komoditas dengan market cap tinggi dan likuiditas yang baik.
Pengumuman tersebut disampaikan BEI melalui keterbukaan informasi, Kamis (29/10/2026) malam.
“IDX Commodity 20 adalah Indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham perusahaan penghasil komoditas dan perusahaan yang bergerak di rantai pasok industri komoditas dengan kapitalisasi pasar yang tinggi dan likuiditas transaksi yang baik,” tulis Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A.
BEI juga menjelaskan, metode perhitungan saham-saham yang masuk indeks baru ini menggunakan metode Capped Adjusted Free Float Market Capitalization dengan bobot maksimum 15 persen yang disesuaikan pada saat evaluasi.
Sederhananya, setiap satu saham yang masuk dalam indeks IDX Commodity 20, bobot yang dihitung maksimal 15 persen.
"IDX Commodity 20 telah dihitung sejak hari dasarnya pada 1 September 2021 dengan nilai dasar 100," lanjut Pande Made.
BEI juga telah menetapkan jadwal evaluasi IDX Commodity 20 yang terdiri atas evaluasi mayor dan evaluasi minor.
Evaluasi mayor dilakukan untuk pemilihan konstituen dan penyesuaian bobot. Sedangkan evaluasi minor hanya dilakukan penyesuaian bobot.
Lebih rinci yakni sebagai berikut;
Related News
Kinerja Positif, RUPSLB Angkat Christian Lesmana Dirut Bank Neo (BBYB)
BEI Akan Luncurkan IDX Commodity 20, Mulai Efektif 30 Oktober 2026
Baru Tujuh yang Melantai, BEI Pangkas Target IPO 2026 Jadi 15 Saham
BEI Belum Bahas Danantara Jadi Pemegang Saham
Bursa Bicara Target 2027: 25 IPO, Capex Rp670M, & Proyeksi Keuangan
RUPSLB BEI Setujui Demutualisasi dan Dividen Khusus Rp1,564 Triliun





