2025 Laba Bersih IIF Tumbuh 51 Persen, 2026 Diversifikasi Sumber Dana
:
0
Ilustrasi PT Indonesia Infrastructure Finance. Dok. Indonesia Infrastructure Finance.
EmitenNews.com - Lewati tahun 2025, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) mencatat kinerja menggembirakan. Perseroan membukukan pertumbuhan laba bersih 51 persen menjadi Rp185,3 miliar untuk tahun buku 2025. Memasuki 2026, perusahaan memperoleh fasilitas pendanaan Rp1,3 triliun dari lembaga keuangan domestik dan internasional, serta menargetkan tambahan pendanaan hingga Rp5 triliun pada tahun ini.
Dalam keterangan resmi seperti dikutip Senin (4/5/2926), Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) akhir bulan lalu, juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp74 miliar atau Rp29,1 per saham. Dividen tersebut mencerminkan payout ratio 40 persen, meningkat dari 35 persen pada tahun sebelumnya.
Selain dividen, RUPST menyetujui pembayaran imbal hasil Rp27,7 miliar atas Surat Berharga Perpetual senilai Rp335,2 miliar yang diterbitkan pada 2023. Pembayaran imbal hasil akan dilakukan secara semesteran pada Juli 2026 dan Januari 2027.
Presiden Direktur & CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian pasar global dan regulasi yang semakin ketat pada 2025, IIF mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 44 persen menjadi Rp536 miliar. Total aset meningkat 5 persen menjadi Rp15,4 triliun.
Sebagian pertumbuhan didorong oleh penurunan cost of funds, sehingga perseroan dapat menawarkan pricing yang kompetitif bagi nasabah.
Di luar itu, perseroan terus memperkuat manajemen risiko, berinvestasi pada pengembangan SDM, dan meluncurkan inisiatif produk baru. Semua itu, telah membuat perseroan tetap agile, tangguh, dan siap mendukung beragam kebutuhan sektor infrastruktur.
Sepanjang 2025, IIF meraih sejumlah penghargaan dari institusi domestik dan internasional di bidang ESG, fundraising inovatif, pembiayaan proyek, dan sumber daya manusia.
“IIF akan terus membangun kapabilitas dan berkolaborasi dengan lembaga keuangan, investor, serta pelaku usaha. Peran IIF adalah melengkapi perbankan dan pasar modal dalam pembiayaan infrastruktur,” kata Rizki.
Memasuki 2026, perusahaan memperkuat dan mendiversifikasi sumber pendanaan. Perseroan telah memperoleh fasilitas pendanaan sebesar Rp1,3 triliun dari lembaga keuangan domestik dan internasional, serta menargetkan tambahan pendanaan hingga Rp5 triliun pada tahun ini.
Dari sisi pembiayaan, Rizki mengungkapkan, pihaknya baru saja menandatangani komitmen pembiayaan Rp485,6 miliar untuk sektor infrastruktur kesehatan, dengan komitmen di sektor lain diharapkan terealisasi dalam beberapa bulan mendatang.
Related News
Tunggu Hasil Audit Proses Restitusi dari BPKP, Purbaya Kejar WP Nakal
Kabar Baik, SKK Migas Temukan Potensi 13 Sumur Migas Baru di Kutai
Bagai Langit dan Bumi, Outlook Vietnam dan RI Berdasarkan Moody's
Permintaan Pascalebaran Normal, Inflasi April Melandai ke 0,13 Persen
Harga Emas Antam Hari ini Turun Tipis
Pemerintah Siapkan KEK Keuangan di Bali untuk Tarik Investor Global





