28,4 Persen Energi India dari Tenaga Surya, Indonesia Berapa?
:
0
pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menyumbang 28,4% dari total kapasitas pembangkit listrik terpasang di negara tersebut dan 55% dari total kapasitas energi terbarukan.
EmitenNews.com - Sektor energi surya India melanjutkan ekspansi pesatnya pada kuartal pertama tahun 2026. Berdasarkan data Otoritas Kelistrikan Pusat (CEA), Kementerian Energi Baru dan Terbarukan (MNRE), dan India Solar Project Tracker milik Mercom, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menyumbang 28,4% dari total kapasitas pembangkit listrik terpasang di negara tersebut dan 55% dari total kapasitas energi terbarukan.
Akselerasi penetrasi tenaga surya ini menandai peningkatan dari kuartal sebelumnya, ketika energi surya mewakili 26,5% dari total kapasitas dan 52,7% dari kapasitas energi terbarukan, yang mencerminkan pertumbuhan yang stabil di segmen ini.
Ketika energi berbasis fosil makin mahal dan susah didapatkan, terutama sejak perang yang disulut AS dan Israel di Iran yang berbuntut ditutupnya Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia, berbagai negara berlomba mencari energi alternatif. Salah satunya adalah pemanfaatan energi surya yang dipandang murah dan ramah lingkungan.
Pangsa Energi Surya Indonesia
Jika India pangsa energi surya mencapai 28,4%, berapa Indonesia?
Berbagai laporan menyebut bauran energi Indonesia tahun 2026 ditargetkan mencapai 21% untuk Energi Baru Terbarukan (EBT), didorong oleh akselerasi PLTS dan anggaran khusus Rp37,5 triliun.
Meski demikian, energi fosil masih mendominasi di Indonesia dengan porsi hingga 85% energi primer, dengan ketergantungan batu bara >65%, namun didukung 77% total energi yang relatif tahan fluktuasi global.
Instalasi proyek tenaga surya di India meningkat tajam, naik 12% secara kuartalan (QoQ) dan 46% secara tahunan (YoY). Produksi listrik dari sumber tenaga surya juga mengalami peningkatan signifikan. India menghasilkan sekitar 52,2 miliar unit (BU) tenaga surya pada kuartal pertama tahun 2026, naik 24,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara kuartalan, produksi meningkat dari 41,2 BU menjadi 52,2 BU, yang mewakili lonjakan sekitar 27%.
Total kapasitas energi terbarukan India, termasuk PLTA skala besar, mencapai 276,5 GW pada akhir kuartal pertama tahun 2026, yang mewakili 51,7% dari total kapasitas pembangkit listrik terpasang.
Angka ini menurun dari 50,2% pada kuartal keempat tahun 2025 dan meningkat secara signifikan dibandingkan dengan 46,1% pada kuartal pertama tahun 2025, yang menggarisbawahi tren peningkatan jangka panjang dalam adopsi energi bersih.
Related News
Gegara Debt Collectornya Prank Damkar, Dirut Indosaku Kena Denda OJK
Freeport Tunda Produksi Tambang Grasberg, Ini Alasannya
BTN Dongkrak Bahasa Inggris dan Hospitality UMKM Samosir Naik Kelas
Pekan Ini, DSSA, INCO, dan AADI Hiasi Saham Top Losers
Simak! 10 Saham Top Gainers dalam Sepekan
Masuk Musim Giling, Bapanas - APGI Komit Stabilkan Harga Gula Konsumsi





