3 Saham Kompak Tertekan UMA BEI
:
0
Ilustrasi tren menurun harga saham. Foto: Dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - Tiga saham kompak masuk dalam pantauan Unusual Market Activity (UMA) Bursa Efek Indonesia (BEI).
BEI menyoroti pergerakan Saham PT Lancartama Sejati Tbk. (TAMA), PT MD Entertainment Tbk. (FILM), dan PT Era Media Sejahtera Tbk. (DOOH) karena adanya peningkatan harga saham yang tidak wajar di luar kebiasaan (Unusual Market Activity).
Donni Kusuma Permana PH kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangan tertulisnya Senin (27/7) menuturkan bahwa Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity pada saham tersebut maka perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu para Investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa," ujar Donni.
Ketiganya langsung tertekan pada perdagangan Selasa (28/7/2026). Pada pembukaan perdagangan, saham PT Lancartama Sejati Tbk. (TAMA) tercatat paling dalam koreksinya, turun 12,6% atau -32 poin ke Rp222.
Saham PT MD Entertainment Tbk. (FILM) melemah 1,44% atau -15 poin ke Rp1.025. Sementara PT Era Media Sejahtera Tbk. (DOOH) turun 1,89% atau -4 poin ke level Rp208.
BEI Imbau Investor Hati-hati
BEI juga meminta investor untuk mencermati kinerja perusahaan dalam setiap keterbukaan informasi.
"Selanjutnya mencermati kinerja perusahaan dalam setiap keterbukaan informasi dan dihimbau untuk mengkaji kembali corporate action perusahaan tercatat apabila belum mendapat persetujuan RUPS," tulis BEI.
Related News
Q3 PRDA: Laba Bersih Tumbuh dan Efisiensi Operasional Terjaga
4 Segmen Bisnis Utama Tumbuh, Telkom (TLKM) Raup Pendapatan Rp113,5T
Geber Bisnis Susu Sapi Perah, BEEF Akuisisi Lahan 30 Ha di Sukabumi
Anthoni Salim Ungkap Fokus Indofood Ke Depan
Tutup Kuartal III 2026, WTON Catat Laba Bersih Tumbuh 81 Persen
Produksi Nikel, Emas dan Hilirisasi Topang Kinerja Solid MDKA Q3-2026





