EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) pihaknya meantau pergerakan delapan saham yang terindikasi mengalami aktivitas perdagangan tidak biasa alias Unusual Market Activity (UMA).

Saham-saham tersebut ialah PT Wulandari Bangun Laksana Tbk. (BSBK), PT Danasupra Erapacific Tbk. (DEFI), PT Equity Development Investment Tbk. (GSMF), PT Jasa Berdikari Logistics Tbk. (LAJU), PT Mitra Investindo Tbk. (MITI), PT Nanotech Indonesia Global Tbk. (NANO), PT Paramita Bangun Sarana Tbk. (PBSA), PT Wahana Pronatural Tbk. (WAPO), dan Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangannya Kamis (28/8), menjelaskan bahwa pengumuman UMA ini tidak serta merta menandakan adanya pelanggaran terhadap aturan pasar modal.

 Pasca UMA Jumat (29/8) saham BSBK terkikis -14,74% atau turun 14 poin ke harga ARB (Auto-Rejection Bawah) di level Rp81.

PBSA ikut melemah -5,49%, susut 45 poin hingga parkir di Rp775,.

MITI juga terpantau anjlok dalam, longsor senilai -12,77% atau 36 poin ke posisi Rp246.

Kemudian, WAPO tergerus -8,02%, turun 17 poin ke Rp195, LAJU ikut merosot -8,57%, terpangkas 6 poin ke Rp64. GSMF tergerus -1,89%, minus 2 poin ke Rp104.

Sementara, dua saham menunjukkan kenaikan yakni, NANO yang melesat +4,17%, menambah 2 poin ke level Rp50 serta KONI yang jadi bintang hari ini, terbang +24,62%, lompat 480 poin hingga menyentuh ARA (Auto-Rejection Atas) Rp2.430.

Sementara itu, saham DEFI stagnan di Rp478, alias tidak berubah sejak sesi I opening.

Adapun, informasi terakhir yang tercatat di laman resmi BEI antara lain laporan bulanan registrasi pemegang efek saham BSBK dan WAPO, adanya volatilitas transaksi pada saham DEFI, GSMF, LAJU, PBSA, serta laporan keuangan interim NANO yang belum diaudit. Sebelumnya, BEI juga telah mengumumkan UMA atas perdagangan saham WAPO pada 25 April 2025.

“Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity pada kedelapan saham tersebut, Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi dan mengimbau investor untuk memperhatikan jawaban atas permintaan konfirmasi bursa,” jelas Yulianto.