EmitenNews.com - IHSG menutup tahun 2021 di level 6581.482 (-0.291%), menguat 8.31% secara ytd. Sejalan dengan penguatan IHSG tersebut investor asing mencatatkan akumulasi net buy sebesar Rp37.97 triliun di tahun 2021.
Untuk perdagangan Senin (3/1) ini analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memperkirakan IHSG kembali bergerak sideway dalam rentang 6550-6630.
"Secara teknikal, IHSG rawan aksi jual, mengingat harga yang tertahan di level pivot 6580 disertai indikasi overbought pada Stochastic RSI," katanya.
Menurut Valdy pergerakan IHSG di perdagangan Senin (3/1) ini akan merefleksikan respon pelaku pasar terhadap data indeks manufaktur Tiongkok dan Indonesia di Desember 2021. Keduanya diperkirakan berada di atas batas ekspansif (50), sejalan dengan kecenderungan peningkatan demand di akhir tahun.
Masih dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati perkembangan inflasi Desember 2021 yang diperkirakan masih stabil di level rendah, meski terjadi kenaikan pada harga beberapa bahan pangan.
Di samping data-data ekonomi, pelaku pasar juga mengantisipasi perkembangan Covid-19 pasca libur akhir tahun.
Terkait dengan itu Valdy menyarankan pelaku pasar untuk memperhatikan saham-saham healthcare seperti MIKA, HEAL, SIDO, PRDA dan IRRA.
"Di luar saham-saham healthcare, pelaku pasar dapat mencermati potensi rebound pada SCMA, ASRI, SMRA, TLKM dan JSMR," tambahnya.(fj)
Related News
Dalam Dua Tahun Stok Awal Beras Naik 203,05 Persen
2026 Cuan Bareng iKISI: Investasi Nggak Pake Ribet!
BPJPH Sediakan 1,35 Juta Sertifikat Halal Gratis bagi UMK di 2026
Ikuti Wall Street, IHSG Kian Menyala
Asing Kabur, IHSG Tersandera Koreksi
IHSG Potensial Menguat, Angkut Saham EMAS, ARCI, dan GOTO





