Adu Kinerja Emiten Restoran Cepat Saji; FAST, PTSP dan CSMI
:
0
Ilustrasi kinerja tiga emiten yang mengelola restoran cepat saji, khususnya fried chicken dengan merk KFC, CFC, dan NWS Chicken. Foto: AI/EmitenNews
EmitenNews.com - Persaingan bisnis restoran cepat saji, khususnya gerai fried chicken, tercermin dari kinerja tiga emiten pengelola jaringan KFC, CFC, dan NWS sepanjang semester I 2026.
Ketiganya yakni, PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) sebagai pengelola CFC mencatat pertumbuhan laba paling tinggi, sementara PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) selaku pemegang lisensi KFC Indonesia menunjukkan pemulihan signifikan. Adapun PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI), pengelola NWS Chicken, masih membukukan kerugian.
PTSP menjadi emiten dengan kinerja paling solid. Sepanjang semester I 2026, perseroan mengantongi laba bersih Rp21,02 miliar, melonjak 66,62% secara tahunan yoy dari Rp12,61 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang kenaikan pendapatan usaha bersih sebesar 4,61% YoY menjadi Rp385,83 miliar. Sejalan dengan itu, laba kotor PTSP meningkat 5,71% menjadi Rp239,22 miliar.
Dari sisi arus kas, PTSP juga mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp44,14 miliar, tumbuh 5,35% dari Rp41,90 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Posisi kas dan setara kas akhir periode turut melonjak 64,71% menjadi Rp43,17 miliar.
Berbeda dengan PTSP yang sudah mencetak laba, FAST masih membukukan kerugian. Namun, kinerja pemegang lisensi KFC Indonesia tersebut menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan.
Pada semester I 2026, FAST membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,74 miliar. Angka tersebut menyusut 59,11% YoY dari rugi Rp138,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan FAST sebesar 16,09% menjadi Rp2,79 triliun dari Rp2,40 triliun. Perseroan juga berhasil menekan beban umum dan administrasi sebesar 19,60% menjadi Rp281,25 miliar.
Efisiensi tersebut turut mempersempit rugi usaha FAST hingga 77,36% menjadi Rp32,42 miliar dari sebelumnya Rp143,18 miliar.
Tak hanya dari sisi laba, perbaikan FAST juga terlihat dari arus kas. Arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp215,99 miliar, melonjak 160,92% secara tahunan. Kenaikan tersebut terutama ditopang penerimaan kas dari pelanggan yang mencapai Rp2,82 triliun. Dengan perbaikan tersebut, posisi kas dan setara kas FAST pada akhir semester I 2026 meningkat 21,75% menjadi Rp147,03 miliar.
Related News
Emiten Bar SCBD Milik Hapsoro (LUCY) Diborong HP, Sempat Kuasai 20,86%
Emiten Putri Haji Isam (FAST) Raup Pendapatan Rp2,7T, Pangkas Rugi 59%
Emiten Snack Taro (AISA) Kemas Arus Kas Positif, Ditopang Ini
BEI Curigai Insider Trading di Divestasi Saham RUNS Milik Pengendali
Pemilik NWS Chicken (CSMI) Pangkas Rugi, Arus Kas Kini Positif
Terdampak Gempa, PNSE Tutup Sementara Hotel Ini





