Akselerasi Fase Pertumbuhan, PYFA Segarkan Susunan Komisaris
:
0
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) di Jakarta, 11 Juni 2026
EmitenNews.com - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menandai tahun 2025 sebagai periode akselerasi pertumbuhan dengan mencatatkan penjualan tertinggi sepanjang sejarah Perseroan. Emiten farmasi ini membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,76 triliun atau melonjak 43,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut turut diikuti perbaikan operasional dengan EBITDA mencapai Rp203,7 miliar. Pertumbuhan didorong oleh kontribusi penuh akuisisi Probiotec Australia selama satu tahun penuh, dibandingkan hanya tujuh bulan pada 2024, serta penguatan seluruh lini bisnis, terutama layanan Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO) yang menjadi motor pertumbuhan utama Perseroan.
Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar secara hybrid di Jakarta, Kamis 11 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui laporan tahunan, laporan keberlanjutan, serta laporan keuangan Perseroan.
Selain membahas kinerja, RUPST juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris menyusul pengunduran diri Robby Yulianto dari posisi Komisaris Utama.
Sebagai penggantinya, pemegang saham mengangkat dr. Widjanarko Brotosaputro sebagai Komisaris Utama yang baru. Sosok yang telah berkiprah lebih dari tiga dekade di industri farmasi nasional itu akan didampingi Maura Linda Sitanggang dan Charles D. Marpaung sebagai Komisaris Independen.
Direktur Utama PYFA Lee Yan Gwan menyampaikan apresiasi atas kontribusi Robby Yulianto selama menjabat Komisaris Utama dan menilai fondasi pertumbuhan Perseroan semakin kuat setelah sejumlah investasi strategis berhasil diselesaikan.
“Setelah integrasi penuh dengan Probiotec Australia, kami telah menyelesaikan proyek investasi strategis besar mulai dari Kemps Creek di Australia hingga Lini Produksi 3 di Cikarang yang memperkuat ekosistem kami dari farmasi menuju kesehatan yang lebih komprehensif,” ujar Lee, dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, rekor penjualan dan EBITDA positif yang dicapai sepanjang 2025 menjadi bukti bahwa bisnis inti Perseroan tetap bertumbuh kuat, terutama dari segmen CDMO dan produk farmasi berlisensi.
Tuntaskan Investasi Strategis
Sepanjang 2025, PYFA merampungkan sejumlah agenda strategis yang memperkuat rantai ekosistem bisnisnya. Langkah tersebut meliputi konsolidasi fasilitas Probiotec di Kemps Creek, Australia, penyelesaian dan peresmian fasilitas Lini Produksi 3 milik Ethica di Cikarang, pengembangan kemitraan dengan perusahaan farmasi kawasan Asia Pasifik, hingga peluncuran umbrella brand PYFA.
Related News
MLBI Bagikan Dividen Final Rp371 per Saham, Gelontorkan Seluruh Laba!
Mundur dari INET, Tongam L Tobing Geser ke Personel Alih Daya (PADA)
Phapros (PEHA) Pasang Target Laba dan Penjualan 2026 Naik Dobel Digit
Multi Bintang (MLBI) Tebar Dividen, Totalnya Rp1,18 Triliun
Danantara Terbitkan Global Bond USD1,5 Miliar Setara Rp26,85 Triliun
Emiten Mau Rights Issue Rp27,65T, Sahamnya Lepas Jeratan Suspensi BEI





