Aksi Jual Mendera, IHSG Menuju 7.770
Petugas kebersihan tampak menyisir teras bursa efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah 1,06 persen menjadi 8.232. Itu menyusul kekhawatiran potensi Morgan Stanley Capital International (MSCI) mendowngrade Indonesia ke Frontier Market.
Situasi makin pelik setelah beberapa sekuritas asing menurunkan peringkat Indonesia, sehingga kembali memicu sell-off, dan sempat membuat trading halt selama 30 menit pada sesi perdagangan pertama. Setelah dibuka kembali, indeks sempat melemah lebih dalam, namun kemudian terjadi bargain hunting sehingga koreksi indeks berkurang.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerbitkan revisi aturan batas minimal saham publik atau free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen dalam waktu dekat. Ketentuan free float itu, akan berlaku bagi emiten baru maupun sudah tercatat.
Kalau emiten tidak dapat memenuhi aturan tersebut, maka akan diberikan exit policy. Namun, saat ini belum dipastikan exit policy apa yang akan diterapkan. OJK dan BEI berkomitmen memenuhi permintaan transparansi kepemilikan saham sesuai dengan best practice internasional.
Otoritas berencana menyediakan data Ultimate Beneficial Owner (UBO) atau data pemilik manfaat terakhir kepada MSCI akan difokuskan terlebih dahulu untuk konstituen IDX100. Secara teknikal, setelah sempat menembus level MA200, dan melemah hingga level 7.481.
Selanjutnya, indeks mengalami technical rebound sehingga koreksi berkurang, dan indeks ditutup di atas level MA200. Namun, momentum pelemahan diperkirakan masih dominan diperlihatkan dari indikator MACD. So, kalau bertahan di atas level 8.000, indeks berpeluang bergerak di kisaran 8.200-8.400.
Namun, kalau kembali bergerak melemah menembus level 8.000, indeks diperkirakan kembali menguji level 7.770, 7.600, dan 7.500. Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor untuk mengoleksi saham Bank BBCA (BBCA), Bank BRI (BBRI), Bank BNI (BBNI), Telkom (TLKM), dan Astra (ASII). (*)
Related News
Wall Street Melepuh, IHSG Potensial Menguat
IHSG Tertekan, Bungkus Saham TLKM, ISAT, dan MINA
IHSG Bangkit dari Tekanan, Tapi Masih Merah di Akhir Perdagangan
Efek MSCI Nyata Hanya Bagi Saham RI, Performa IHSG Terburuk Sedunia
Gagal Rebound, IHSG Sesi I Masih Koreksi 5,91 Persen ke 7.828
Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi 2.000 Bph Dari Dua Sumur HPPO





