Tekanan Mereda, IHSG Sesi I Bertahan Naik 1,14 Persen ke Rp7.102
:
0
Lantai perdagangan BEI.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada sesi pertama perdagangan Selasa (17/3/2026), seiring sentimen positif dari bursa regional Asia dan meredanya tekanan harga komoditas energi.
Berdasarkan data pasar, IHSG naik 1,14 persen atau 79,9 poin ke level 7.102,207 pada akhir sesi I. Sebanyak 487 saham menguat, 192 saham melemah, dan 131 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 16,8 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp11 triliun.
Penguatan IHSG turut ditopang oleh kenaikan mayoritas indeks sektoral. IDXBASIC memimpin dengan kenaikan 3,33 persen, diikuti IDXTRANS 2,71 persen, IDXINFRA 2,60 persen, dan IDXTECHNO 1,86 persen. Sementara itu, IDXCYCLICAL dan IDXFINANCE menjadi sektor yang terkoreksi masing-masing 0,11 persen dan 0,09 persen.
Dari sisi pergerakan saham, emiten tambang dan komoditas metal mendominasi penguatan. Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memimpin daftar penguat dengan kenaikan 8,14 persen ke Rp730, diikuti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 6,87 persen ke Rp4.820, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 5,21 persen ke Rp3.830.
Sementara itu, saham yang menjadi penekan indeks (laggards) antara lain PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 3,64 persen ke Rp264, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melemah 1,54 persen ke Rp60.600, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 1,25 persen ke Rp5.900.
Secara makro, pelemahan harga minyak global memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan, sehingga mendorong minat beli investor pada saham-saham komoditas yang sebelumnya tertekan.
Dengan dominasi penguatan sektoral dan dukungan sentimen eksternal, IHSG berhasil mempertahankan tren positif hingga penutupan sesi pertama.
Related News
Asyik! Emiten Ini Bakal Cum Date Dividen Awal Mei, Cek Jadwalnya
DSSA, CMNP, dan MEGA Ramaikan Saham Top Losers Pekan Ini
Telisik! Barisan Saham Top Gainers dalam Sepekan
IHSG Susut 2,42 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.382 Triliun
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya





