EmitenNews.com—PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA) menjelaskan panjang lebar alasan terkait rencana aksi korporasinya yang dikuliti oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun rencana Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue OASA dipertanyakan oleh BEI, siapa pembeli siaga dalam aksi tersebut. 

Manajemen OASA dalam keterangan resminya mengatakan pembeli siaga yaitu PT International Labuan Resources meliputi alamat domisili atau kantor pusat Pembeli Siaga dan/atau calon Pengendali Perusahaan Terbuka. PT International Labuan Resources (ILR) berdomisili di Jl. Kapuk Raya No.14,  Penjaringan, Jakarta Utara. Bidang usaha. ILR merupakan Perusahaan yang bergerak di bidang investment holding company, Perseroan Terbatas yang berdiri di bawah hukum negara Republik Indonesia.


ILR dalam menjalankan kegiatan usahanya saat ini dikelola oleh pengurus dengan susunan sebagai berikut: Direktur : Sorgato, Komisaris : Budhi Mahatma Koesoemawardhana.

Pemegang saham ILR saat ini adalah PT Tesco International Capital dengan kepemilikan saham sebanyak 2.700 lembar saham atau sebesar 54% dan Budhi Mahatma Koesoemawardhana dengan kepemilikan saham sebanyak 2.300 lembar saham atau sebesar 46%.


Manajemen OASA menyatakan tidak terdapat perubahan Pengendali setelah PMHMETD. Sumber dana yang digunakan ILR sebagai Pembeli Siaga adalah dana dari pihak ketiga, yakni pendanaan dari pihak bank.

PT International Labuan Resources sebagai Pembeli Siaga akan mengambil bagian sebanyak-banyaknya 1.936.200.000 saham dengan harga yang sama dengan harga PMHMETD I Perseroan, yaitu sebanyak-banyaknya sebesar Rp193,62 miliar atau setara dengan sekitar 44,99 persen dari jumlah penawaran.

Kondisi Pra-Syarat Kewajiban Pembeli Siaga untuk membeli atau mengambil bagian Sisa Saham Baru sesuai Pembelian Sisa Saham Baru sesuai Perjanjian adalah tunduk pada ketentuan dibawah ini Pernyataan Pendaftaran yang diajukan oleh Emiten kepada OJK dalam rangka PMHMETD I telah menjadi Efektif berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. 


Emiten telah memperoleh semua persetujuan, dan izin-izin yang diperlukan, serta telah mengambil segala tindakan-tindakan sebagaimana diperlukan guna secara sah mengeluarkan dan menyerahkan serta mencatatkan Saham Baru yang berasal  dari PMHMETD I ini pada Bursa Efek.

Setelah mendapatkan dana hasil right issue, perseroan akan mengakuisisi PT Indoplast Makmur Lestari, OASA akan mengakuisisi sejumlah 319.985 lembar saham milik Gafur Sulistyo Umar. Nilai akuisisi 99,99% saham IML dilakukan pada harga Rp69 miliar.

Dilatarbelakangi oleh Program Pemerintah untuk optimalisasi dan pemanfaatan sumber daya Energi Baru dan Terbarukan (EBT), maka membuka peluang yang baik bagi Perseroan untuk mengambil bagian dalam Industri tersebut. Berdasarkan hal tersebut, melalui Anak Perusahaan, Perseroan memiliki strategi bisnis baru yang akan menjalankan blue print dengan ruang lingkup usaha yang disesuaikan dan/atau diperluas ke arah EBT, industri hijau, industri bio chemicals, digital, information technology, industri biomassa, dengan mengedepankan perhatian pada aspek Environment, Social and Governance (ESG).