Simak! OJK dan SRO Paparkan 3 Poin Penting Hasil Temu Bersama MSCI
Potret pucuk pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) pada Senin sore (2/2/2026). Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) memaparkan hasil pertemuan dengan penyedia indeks global MSCI yang digelar secara virtual, Senin sore (2/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, OJK dan SRO mengajukan proposal komprehensif guna menjawab seluruh kekhawatiran MSCI, khususnya terkait transparansi kepemilikan saham dan peningkatan likuiditas pasar melalui kebijakan free float.
Anggota Dewan Komisioner OJK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 4,88 persen ke level 7.922,73, terdapat sinyal positif dari arus dana asing.
“Setelah empat hari sebelumnya asing mencatatkan net sell, hari ini asing justru mencatatkan net buy sebesar Rp654,9 miliar. Ini berita baik,” ujar Friderica di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026).
Friderica menambahkan bahwa tekanan pasar tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga secara regional. Indeks di Korea Selatan (KOSPI) yang bahkan trading halt menyentuh 5 persen penurunan indeks pada hari ini, Hong Kong, India, Singapura, dan Tiongkok tercatat melemah, seiring tekanan di pasar komoditas global.
Ia mengutarakan OJK bersama seluruh SRO memastikan perdagangan efek tetap berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien, serta mengimbau investor agar tidak panik menghadapi volatilitas jangka pendek.
“Kami mengimbau investor tetap tenang. Investasi di pasar modal harus dilihat dalam jangka panjang, dengan mempertimbangkan fundamental ekonomi yang tetap kuat,” tegasnya.
Proposal OJK–SRO ke MSCI
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fauzi menyatakan proposal yang diajukan OJK dan SRO secara prinsipil menjawab isu utama yang disorot dari awal oleh MSCI.
“Concern MSCI sangat selaras dengan delapan rencana aksi yang kami canangkan, khususnya terkait transparansi dan likuiditas,” ujar Hasan.
Ia merinci tiga poin utama yang disampaikan kepada MSCI. Pertama, komitmen pengungkapan kepemilikan saham pemegang saham di bawah 5 persen, bahkan hingga di atas 1 persen.
Kedua, peningkatan granularitas data investor melalui perluasan klasifikasi dari sembilan tipe menjadi 27 sub-tipe investor guna memperkuat transparansi ultimate beneficial ownership.
Ketiga, rencana kenaikan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen yang akan diterapkan secara bertahap.
“Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap bersama seluruh pelaku pasar,” jelas Hasan.
Menurutnya, diskusi dengan MSCI berlangsung konstruktif dan akan mengadakan pertemuan lanjutan terkait pembahasan teknis bersama MSCI ke depan. MSCI juga menyatakan kesiapan memberikan panduan metodologi dan perhitungan indeks.
“Kami juga bersepakat untuk memberikan update berkala kepada publik terkait progres pemenuhan komitmen ini,” tambahnya.
Hasan menilai reformasi pasar modal tidak akan terjadi secara instan, namun dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Related News
Bos OJK Paparkan Tuntutan MSCI, Berikut Ini Target Realisasinya
ELPI Digembok Bursa Usai Mentok ARA, Suspensi Berapa Lama?
Bebas Suspensi, Empat Saham FCA Ini ARB Serentak
Pimpinan KKKS Hulu Migas Inginkan Konsistensi Regulasi
OJK dan SRO Akan Percepat Reformasi Untuk Jaga Kepercayaan Investor
OJK-SRO Bertemu MSCI, Ini Saran Indef





