Akumulasi Utang Capai Rp31 Triliun, Ini Penjelasan Silmy Karim Sebagai Dirut
:
0
EmitenNews.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) terus melakukan pembenahan di seluruh lini dan aktivitas usaha. Adapun proses untuk membenahi Krakatau Steel merupakan usaha bersama dan membutuhkan waktu setidaknya tiga tahun untuk melihat hasilnya.
Tren meningkatnya utang dimulai di tahun 2011 sampai dengan 2018. Akumulasi utang Krakatau Steel mencapai Rp31 triliun yang disebabkan beberapa hal salah satunya adalah pengeluaran investasi yang belum menghasilkan sesuai dengan rencana. Manajemen baru Krakatau Steel berhasil melakukan restrukturisasi utang pada bulan Januari 2020 sehingga beban cicilan dan bunga menjadi lebih ringan guna memperbaiki kinerja keuangan.
"Proyek Blast Furnace diinisiasi pada tahun 2008 dan memasuki masa konstruksi pada tahun 2012, jauh sebelum saya bergabung di Krakatau Steel pada akhir tahun 2018. Manajemen saat ini sudah mendapatkan solusi agar fasilitas atau pabrik yang tadinya mangkrak bisa jadi produktif," jelas Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim.
Silmy melanjutkan bahwa saat ini Krakatau Steel sudah memiliki dua calon mitra strategis, bahkan satu calon sudah menandatangani Memorandum of Agreement (MOA) dengan Krakatau Steel. Satu mitra lagi sudah menyampaikan surat minat untuk bekerja sama dalam hal Blast Furnace. Artinya sudah ada solusi atas proyek Blast Furnace. Ditargetkan Kuartal 3 2022 akan dioperasikan.
"Pengoperasian Blast Furnace nantinya akan menggunakan teknologi yang memaksimalkan bahan baku dalam negeri yaitu pasir besi. Penggunaan pasir besi ini akan menghemat biaya produksi dan menurunkan impor bahan baku dari luar negeri yaitu iron ore," tambah Silmy.
Related News
Isi Slot MSCI Small Indeks, Saham AMRT Siap Meledak
MCOL Beber Jadwal Dividen Rp280 per Lembar, Cair 8 Juni 2026
Terlempar dari MSCI Global Standar Index, AMRT Masih Selamat
Manis! Aman Agrindo (GULA) Sukses Ubah Rugi Jadi Laba di Q1-2026
SMGR Bagi Dividen 100 Persen Laba, Cum Date 20 Mei 2026
BRIS Kemas Laba Rp2,2 Triliun, Melejit 17,65 Persen Kuartal I





