IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
victoria sekuritas

Ambles 64,4 Persen, Laba Kapuas Prima Coal (ZINC) Sisa Rp32 Miliar di Semester I

12/08/2022, 17:48 WIB

Ambles 64,4 Persen, Laba Kapuas Prima Coal (ZINC) Sisa Rp32 Miliar di Semester I

EmitenNews.com - PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) hingga semester I-2022 mencatatkan laba bersih Rp32,831 miliar atau anjlok 64,4 persen dibanding periode sama tahun 2021 yang terbilang Rp90,078 miliar.

 

Dalam laporan keuangan semester I 2022 tanpa audit emiten tambang mineral itu yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia(BEI), Jumat(12/8/2022) penurunan laba disebabkan penjualan yang merosot 17,63 persen menjadi Rp411,34 miliar. 

 

Selain itu, penjualan perak menyusut 11,7 persen menjadi Rp60,532 miliar. Bahkan penjualan timbal amblas 34,2 persen sisa Rp56,583 miliar.

 

Walau beban pokok penjualan dapat ditekan hingga 13,91 persen menjadi Rp266,04 miliar, tapi laba kotor tetap menyusut  22,68 persen menjadi Rp145,3 miliar.


Beban bunga bank  bengkak 125,6 persen menjadi Rp45,829  miliar. Dampaknya, laba sebelum pajak penghasilan turun  60,67 persen menjadi Rp46,416 miliar.

 

Sementara itu, utang usaha kepada pihak ketiga jangka pendek bengkak 87,2 persen  dibandingkan akhir tahun 2021 menjadi Rp103 miliar. Ditambah utang bank jangka panjang naik  sebesar 5,2 persen Rp1,038 triliun. Sehingga aset tumbuh 5,8 persen menjadi Rp2,178 triliun.





Author: K M