EmitenNews.com - Wijaya Karya (WIKA) sepanjang kuartal pertama 2023 merugi Rp521,25 miliar. Membengkak 39.588 persen dari episode sama tahun sebelumnya dengan tabulasi laba Rp1,32 miliar. Alhasil, rugi per saham dasar terjun bebas ke posisi Rp58,11 dari posisi sama tahun sebelum surplus Rp0,15 per lembar. 


Pendapatan bersih Rp4,34 triliun, naik 37 persen dari edisi sama tahun lalu Rp3,16 triliun. Beban pokok pendapatan Rp4,02 triliun, membengkak 43 persen dari periode sama tahun lalu Rp2,80 triliun. Laba kotor Rp323,11 miliar, susut 9 persen dari episode sama tahun sebelumnya sebesar Rp358,12 miliar. Laba usaha Rp86,30 miliar, anjlok 69 persen dari edisi sama tahun lalu Rp279,30 miliar. 


Total beban usaha Rp236,80 miliar, bengkak 200 persen dari fase sama tahun lalu Rp78,82 miliar. Itu dari beban penjualan Rp1,19 miliar, susut dari Rp3 miliar. Beban umum dan administrasi Rp203,98 miliar, naik tipis dari Rp202,19 miliar. Pendapatan lain-lain Rp196,88 miliar, turun dari Rp315,40 miliar. Beban lain-lain Rp228,51 miliar, bengkak dari Rp189,01 miliar. 


Jumlah Beban lain-lain Rp604,99 miliar, bengkak dari Rp262,45 miliar. Beban dari pendanaan Rp570,44 miliar, bengkak dari Rp283,32 miliar. Beban pajak Rp76,16 miliar, naik dari Rp66,75 miliar. Bagian rugi entitas asosiasi Rp13,93 miliar, melejit dari Rp7,51 miliar. Bagian laba dari entitas ventura bersama Rp55,55 miliar, susut dari Rp95,14 miliar. 


Rugi sebelum pajak penghasilan Rp518,69 miliar, bengkak 3.180 persen dari edisi sama tahun lalu untung Rp16,84 miliar. Beban pajak penghasilan Rp7,83 miliar, bengkak tipis dari edisi sama tahun lalu sejumlah Rp7,36 miliar. Rugi bersih Rp526,52 miliar, ambles 5.659 persen dari periode sama tahun sebelumnya surplus sebesar Rp9,47 miliar. 


Total ekuitas Rp16,96 triliun, mengalami penciutan dari episode akhir tahun lalu sebesar Rp17,49 triliun. Jumlah liabilitas Rp55,76 triliun, mengalami koreksi daripada periode sama tahun sebelumnya senilai Rp57,57 triliun. Jumlah aset sebesar Rp72,73 triliun, menukik dari posisi akhir tahun lalu senilai Rp75,06 triliun. (*)