EmitenNews.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menyetujui pembagian dividen jumbo dari laba bersih tahun buku 2025 yang terkemas sebesar Rp56,65 triliun.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam RUPST Jumat (10/4/2026), menyampaikan laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp56,65 triliun. Dari angka tersebut, didapat sebesar Rp52,10 triliun atau setara 92% dialokasikan sebagai dividen, sementara Rp4,55 triliun ditahan guna memperkuat permodalan.

Jumlah tersebut mengindikasikan dividen final sebesar Rp207 per saham. Dengan harga penutupan saham di level Rp3.390, dividen tersebut mengindikasikan yield sekitar 6,1%. Jadwal cum date dan pembayaran dividen masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari perseroan.

Sebelumnya, BBRI juga telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp137/saham pada Januari 2026.

Adapun, dijelaskan kebijakan dividen tetap sejalan dengan kondisi permodalan yang solid. Rasio kecukupan modal (CAR/Cost Adequacy Ratio) tercatat berada di atas ketentuan minimum regulator sebesar 14,70% dan melampaui risk appetite perseroan di level 17%.

Dalam jangka panjang, BRI menargetkan CAR berada di kisaran 20% sembari menjaga pertumbuhan dividen per saham (DPS) secara berkelanjutan.

Sebagai perbandingan, pada tahun buku 2024 perseroan membagikan dividen sebesar Rp51,73 triliun atau 86% dari laba bersih, dengan total dividen Rp343,4 per saham.