Big Banks Parkir Zona Merah, Asing Masih Rajin Jual
:
0
Ilustrasi 4 Big Banks Indonesia. Foto: CNBC
EmitenNews.com - Empat bank raksasa Indonesia atau big banks mengalami tekanan pada perdagangan Selasa lalu (26/5/2026). Berdasarkan pantauan melalui RTI Business, keempat bank kompak parkir di zona merah imbas gelombang masif aksi jual bersih asing.
PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) memimpin kejatuhan hingga 3,15% ke level Rp3.070. Nilai transaksi BBRI mencapai Rp572,6 miliar, di mana investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp264,4 miliar.
Menyusul di posisi kedua, PT Bank Central Asia (BBCA) turut parkir di zona yang sama. Meski mencatat nilai transaksi jumbo mencapai Rp1,4 triliun, BBCA harus ikhlas terkoreksi 2,0% ke level Rp5.975 setelah membukukan aksi jual asing mencapai Rp359,8 miliar.
PT Bank Mandiri (BMRI) tak ketinggalan, posisinya melemah 2,13% ke level Rp4.130 dengan total transaksi mencapai Rp758,7 miliar. Asing terpantau keluar dari BMRI dengan nilai net foreign sell mencapai Rp225,9 miliar.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (BBNI) ditutup melemah 1,29% ke level Rp3.840 dengan nilai transaksi Rp99 miliar, di mana tekanan net foreign sell relatif kecil hanya mencapai Rp3,9 miliar.
Fitch Rating Sematkan Outlook Negatif
Sebulan telah berlalu setelah Fitch Rating, lembaga pemeringkat global menyematkan outlook negatif kepada empat bank raksasa di Indonesia. Dalam laporannya, Fitch menyatakan secara umum lingkungan operasional perbankan Indonesia masih menguntungkan.
Meski demikian, revisi outlook peringkat kedaulatan Indonesia dari stabil menjadi negatif pada Maret 2026, mencerminkan meningkatkanya ketidakpastian kebijakan. Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi prospek fiskal jangka menengah serta ketahanan eksternal.
Secara keseluruhan, baik BBNI, BMRI, BBCA, atau BBRI memperoleh peringkat ‘BBB’ dengan outlook negatif dari Fitch, serta peringkat nasional ‘AAA’ dengan outlook stabil.
Related News
Akselerasi Deposit Emas, Emiten ini Guyur Dana Eksplorasi USD11,4 Juta
Baru 8 Hari Jalan, Emiten Prajogo Hentikan Buyback Jumbo
Bank Mandiri Alihkan Saham Inhealth ke IFG Life Senilai Rp570 Miliar
Hingga September 2026, Astra (ASII) Catat Pendapatan Stabil di Rp243T
Hingga September 2026, Penjualan Energi Mega (ENRG) Capai USD426 Juta
Kurangi Porsi Sang Komut Tetap Pengendali Saham Atlantis Subsea (ATLA)





