EmitenNews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idAA atau Double A untuk rencana penerbitan Obligasi I Tahun 2026 PT Adaro Indonesia. Nilai obligasi yang akan diterbitkan anak usaha PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) ini mencapai Rp2 triliun.

Analis Pefindo Adib Ibnu Yasa dan M Fahrinaldi Fajar Akbar dalam catatannya yang terbit Senin (6/7) dikatakan, Pefindo menyematkan peringkat korporasi idAA dengan prospek "Stabil" untuk Adaro Indonesia.

"Dana dari penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk mendanai kebutuhan modal kerja Adaro Indonesia," ujar Adib.

Menurut Pefindo, peringkat tersebut ditopang posisi kompetitif Adaro Indonesia yang sangat kuat sebagai salah satu produsen batubara termal terbesar di Indonesia. Efisiensi biaya operasional dan konsistensi produksi juga menjadi faktor pendukung.

Pefindo menilai profil keuangan Adaro Indonesia sangat solid. Hal ini tecermin dari kemampuan menghasilkan arus kas yang kuat, likuiditas yang memadai, serta struktur permodalan yang konservatif.

Namun peringkat ini dibatasi oleh fokus bisnis perseroan yang masih terkonsentrasi pada batubara termal. Kondisi itu membuat Adaro Indonesia rentan terhadap risiko transisi energi dan fluktuasi harga komoditas yang dapat memengaruhi kinerja operasional dan arus kas.

"Ke depan, peringkat dapat naik apabila Adaro Indonesia berhasil memperkuat profil bisnis secara material, terutama melalui diversifikasi pendapatan dan peningkatan keberlanjutan usaha, dengan tetap menjaga kinerja operasional dan keuangan," jelas Adib.

Sebaliknya, peringkat berisiko turun jika pendapatan atau EBITDA perseroan turun secara berkelanjutan, atau jika tingkat utang naik lebih tinggi dari proyeksi sehingga menekan kemampuan membayar kewajiban.

Sebagai informasi, Adaro Indonesia didirikan November 1992. Perseroan memproduksi batubara sub-bituminous dengan merek Envirocoal. Kapasitas produksi tahunannya sekitar 50 juta ton dengan volume penjualan 60 juta ton per tahun. 

Adaro Indonesia mengoperasikan tambang Tutupan dan Wara di Tanjung, Kalimantan Selatan. Operasionalnya didukung rantai pasok terintegrasi dari sang induk, AADI.