IHSG Awal Pekan Menguat 0,69 Persen, Big Banks Topang Transaksi
:
0
Main Hall Bursa Efek Indonesia (Foto: Emitennews/Aji)
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan awal pekan, Senin (6/7/2026), di zona hijau. Indeks komposit menguat 40,29 poin atau 0,69% ke level 5.916,07.
IHSG mengawali perdagangan dengan melesat ke level 5.839,28. Meski sempat berbalik melemah pada sesi pagi, indeks berhasil pulih dan mengakhiri perdagangan di teritori positif.
Aktivitas perdagangan mencatat volume 19,77 miliar saham dengan frekuensi 1,63 juta kali transaksi dan nilai transaksi mencapai Rp9,43 triliun.
Sebanyak 386 saham ditutup menguat, 242 saham melemah, sedangkan 155 saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Saham-saham perbankan kembali menjadi motor penggerak transaksi. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan nilai transaksi terbesar sebesar Rp907,2 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp703,7 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp573,5 miliar. Ketiga saham tersebut sama-sama ditutup menguat.
Selain itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat nilai transaksi Rp632,7 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp256,9 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp252,6 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp248,8 miliar, serta PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp226,7 miliar.
Di kelompok saham LQ45, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjadi penguatan terbesar setelah melonjak 3,59% ke Rp1.300 per saham. Posisi berikutnya ditempati BBRI yang naik 2,95% ke Rp2.790, BUMI menguat 1,44% ke Rp141, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 1,35% ke Rp1.505, serta PT Darma Henwa Tbk (DEWA) bertambah 1,27% ke Rp1.505 per saham.
Di sisi lain, pelemahan terdalam di jajaran LQ45 dipimpin PT Indosat Tbk (ISAT) yang turun 5,04% ke Rp1.885 per saham. Selanjutnya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melemah 1,92% ke Rp510, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) turun 1,90% ke Rp515, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terkoreksi 1,73% ke Rp1.420, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 1,67% ke Rp1.770 per saham.
Related News
TPIA Siapkan Dana Pelunasan Obligasi Rp266,95M, Jatuh Tempo 29 Oktober
APEX Buru Restu Private Placement untuk Konversi Utang USD4,1 Juta
Ditopang Negara Lewat Danantara, Fitch Pertahankan BBTN di AAA(idn)
Dapat Restu OJK, AHAP Melaju Rights Issue 3,5 Miliar Saham Harga Rp50
NAYZ Akuisisi Bangkok Tellink, Bisnis Makanan Bayi Dilepas Bertahap
28 Tahun Bank Mandiri (BMRI), Hadir Berbagi Manfaat Untuk Masyarakat





