Analis Market (22/01/2021) : Akhir Pekan Rentan Aksi Jual, IHSG Diprediksi Bergerak Pada Support Resistance 6335-6440

22/01/2021, 08:18 WIB

Analis Market (22/01/2021) : Akhir Pekan Rentan Aksi Jual, IHSG Diprediksi Bergerak Pada Support Resistance 6335-6440
EmitenNews.com – Riset harian Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyebutkan, IHSG (-0.25%) ditutup melemah sebesar 15.87 poin kelevel 6413.89 dengan saham-saham disektor keuangan (-0.99%) dan pertambangan (-0.66%) memimpin pelemahan dan menekan IHSG hingga akhir sesi perdagangan disaat sektor pertanian (+1.70%), Aneka Industri (+1.44%) dan Infrastruktur (+0.96%) naik. Saham-saham perbankan terkoreksi investor bersikap hati-hati menanti data laporan keuangan perbankan untuk tahun buku 2020 setelah didukung Bank Indonesia yang telah menginjeksi likuiditas atau quantitative easing sebesar 726.57 Triliun rupiah sepanjang tahun 2020. Bank Indonesia juga menegaskan perkiraan penurunan suku bunga kredit akan berlanjut pada tahun 2021 serta Bank Indonesia menetapkan suku bunga Indonesia 7 Days Repo Rate tidak berubah dilevel 3.75%. Investor asing tercatat melakukan aksi jual sebesar 143.85 miliar rupiah dengan saham BFIN, BBCA, BUMI, SMGR dan CPIN yang menjadi deretan atas net sell value. Leader: TBIG, ASII, ARTO, KLBF, DCII Laggard: BBRI, BMRI, MEGA, UNVR, BBCA Secara teknikal IHSG membentuk pola bearish thrusting yang terlihat pulled back tepat di level upper bollinger bands yang berada dikisaran 6472. Indikator stochastic terkonsolidasi negatif dengan iringan bearish momentum indikator RSI. IHSG akan coba menguji support MA5 dikisaran 6385 sebagai konfirmasi pelemahan lanjutan. Sehingga kami perkirakan IHSG rentan kembali alami tekanan aksi jual diakhir pekan dengan support resistance 6335-6440. Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ASRI, BTPN, GMFI, IMAS, IMJS, JPFA, SILO, SIMP, SSMS. Indeks saham Jepang membuka perdagangan dengan melemah. Indeks Nikkei (-0.38%) dan TOPIX (-0.24%) turun dari level tertinggi sepanjang masa karena investor menilai pendapatan. prospek stimulus dan meningkatnya kasus covid-19 menjadi alasan. Investor terus bertaruh pada paket stimulus lain dari Biden untuk melawan dampak ekonomi dari meningkatnya kasus Covid-19. Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde memperingatkan virus itu terus menimbulkan risiko serius setelah pembuat kebijakan memilih untuk terus memompa jumlah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya ke dalam perekonomian. Dari komoditas Minyak mentah West Texas Intermediate berada di $ 53,01 per barel, turun 0,2%. CPO naik 1.92% kelevel 3283 ringgit per mton sedangkan batubara turun 0.36% kelevel 83.40 dollar permton. Harga tambang logam seperti timah naik 1.42% dan Nikel naik 1.03%. Secara sentimen IHSG berpotensi kembali tertekan.

Author: K M