Angin Segar Bank Digital, Gozco Borong 72 Juta Saham BBYB
:
0
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB).
EmitenNews.com - PT Gozco Capital, investor institusi terasosiasi PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) kembali memborong 72.452.676 saham, berdasarkan data KSEI per Selasa, 25 November 2025.
Meski nilai transaksi tidak diungkap, aksi akumulasi ini mengerek porsi kepemilikan Gozco Capital dari 6,61% menjadi 7,16%.
Direktur Bisnis BBYB, Aditya Windarwo, di Jakarta, Rabu. BBYB menyambut positif manuver shareholder tersebut, “Peningkatan kepemilikan saham oleh PT Gozco Capital merupakan sinyal positif dan menunjukkan kepercayaan yang semakin kuat terhadap prospek pertumbuhan dan fundamental Bank Neo Commerce,” ujar Aditya.
Menurut Aditya, tambahan saham dari pemegang saham utama selaras dengan lonjakan kinerja keuangan perseroan sepanjang 2025. Pada kuartal III-2025, BNC membukukan laba Rp464 miliar, meroket hampir 100 kali lipat dari Rp4,06 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi profitabilitas, ROA naik menjadi 3,45% dari 0,03% pada September 2024, sementara ROE melesat ke 16,96% dari sebelumnya hanya 0,16%. Peningkatan kualitas aset juga menjadi pendorong utama, tercermin dari NPL gross yang turun dari 3,72% menjadi 2,92%, dan NPL net dari 0,99% ke 0,23%.
Perseroan menilai minat investor terhadap BBYB bukan tanpa alasan. Strategi pertumbuhan berbasis inovasi digital dan penguatan manajemen risiko disebut membuahkan hasil nyata.
“Hal itu memberikan angin segar kepada perseroan untuk mendorong kinerja yang makin baik ke depannya,” kata Aditya.
Pada perdagangan Kamis (27/11) saham BBYB melesat terbang 24,75% naik 98 poin menyentuh Auto-Rejection Atas (ARA) di harga tertinggi harian Rp494
Related News
Lepas dari Hary Tanoe, Ledakan Saham IATA Tidak Terbendung
Strategi PGE (PGEO), Dorong Peningkatan Produksi Listrik
Setelah J&T Cargo, Argo Pantes Amankan Kontrak Baru Rp48M Omya Group
Transformasi TelkomGroup Tunjukkan Hasil, Lihatlah Kinerja InfraNexia
IKBI Bakal Bagi Dividen Rp54,23 Miliar, Cek Jadwal Cum Date
BUMI Ungkap Perkembangan Terbaru Akusisi Perusahaan Tambang Australia





