Antam (ANTM) dan CNGR Garap Kawasan Industri Nikel Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik
:
0
EmitenNews.com - CNGR Co., Ltd. dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menandatangani Perjanjian Pendahuluan (Heads of Agreement) di Jakarta, Indonesia, untuk pembangunan dan pengembangan proyek Kawasan Industri bersama. Kerja sama ini akan mengadopsi teknologi terbaru pembangunan lini produksi nikel yang berkomitmen pada pengurangan karbon dan green development.
Nico Kanter . Direktur Utama ANTAM), Mr. Deng Weiming (Chairman dan President CNGR Co., Ltd.), Fu Peiwen (Vice President CNGR International Headquarter), Dani Widjaja (Vice President CNGR International Headquarter) dan pimpinan Perusahaan lainnya menghadiri prosesi penandatanaganan tersebut.
Sesuai kesepakatan dan berdasarkan visi dan misi Perusahaan, kedua belah pihak akan menggunakan keunggulan teknologi dan sumber daya untuk meningkatkan cost competitiveness, mengembangkan dan membangun Kawasan Industri dengan menggunakan OESBF (oxygen-enriched side-blown furnace) untuk memproses bijih nikel laterit. Lini produksi pertambangan dan peleburan direncanakan untuk mencapai kapasitas tahunan total 80.000 ton nikel dalam matte, yang akan menghasilkan bahan baku baterai untuk energi baru/kendaraan listrik. Proyek ini akan memaksimalkan dan memfasilitasi promosi penerapan energi hijau untuk mengurangi emisi karbon.
CNGR adalah perusahaan produsen ternary precursor terbesar yang produknya telah memasuki 500 rantai pasokan kelas atas dunia. Keunggulan CNGR dalam R&D, manufaktur, konstruksi rekayasa dan keunggulan ANTAM di pertambangan, integrasi sumber daya dan operasi merupakan keunggulan yang saling melengkapi. Kerjasama antara kedua belah pihak akan menciptakan pembangunan yang saling menguntungkan di masa depan.
Deng Weiming, Chairman dan President CNGR Co., Ltd., mengatakan bahwa ANTAM adalah BUMN dengan sejarah panjang. ANTAM memiliki integrasi bisnis vertikal dalam bidang pertambangan dan logam yang terdiversifikasi, dengan orientasi ekspor sebagai bisnis utamanya.
Related News
Penjualan Ekspor Moncer, DSFI Cetak Laba Melonjak 51 Persen di Q3 2026
GDK Siap Serap Saham Buyback DGIK hingga Akhir Desember 2026
Fundamental Membaik, Mengapa Saham GOTO Masih Tertekan?
Premi Tumbuh 49,7%, Oona Indonesia Masuk Top 7 Perusahaan Asuransi
Holding Jasa Keuangan Grup Salim Serap 13,8 Juta Saham Baru BINA
Arus Kas Operasi HAJJ Berbalik Positif Rp77,96M Pada Kuartal III 2026





