API Ungkap Ada Dua Perusahaan Tekstil yang Bakal Berhenti Beroperasi
:
0
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Danang Girindrawardana. dok. Kumparan.
EmitenNews.com - Kabar buruk dari dunia pertekstilan. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Danang Girindrawardana, mengatakan ada dua perusahaan tekstil yang diperkirakan akan berhenti beroperasi dalam waktu dekat.
Dalam keterangannya yang dikutip Rabu (6/11/2024), Danang Girindrawardana mengemukakan dua perusahaan tersebut tidak berkaitan dengan gugatan kepailitan, seperti dialami Sritex.
“Itu tidak terkait dengan kepailitan. Tapi ya masalah mereka tidak mampu lagi dan kemungkinan akan menutup operasinya,” kata Danang Girindrawardana kepada pers, agenda Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Baleg DPR di kompleks Senayan, Senin, 4 November 2024.
Salah satu perusahaan malah akan menutup operasinya pada November ini. Namun, Danang enggan menyebutkan nama perusahaan itu. Ia mengaku tidak enak menyebutkannya, seraya berharap hal itu tidak terjadi.
Saat ini ada perusahaan garmen dan tekstil, yaitu PT Pan Brothers Tbk yang sedang melakukan restrukturisasi dalam masa Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Pada Jumat, 22 November 2024, masa perpanjangan PKPU akan berakhir dan dijadwalkan disidangkan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.
Danang memastikan bukan Pan Brothers perusahaan yang ia maksud. Saat ini, kata dia, Pan Brothers masih dalam tenggat waktu untuk melakukan restrukturisasi dan masih beroperasi secara normal.
Ada juga PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT), perusahaan tekstil yang bermarkas di Cicalengka, Bandung, juga baru saja digugat PKPU.
Dua perusahaan dan satu individu secara bersama-sama menggugat emiten tekstil milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu soal PKPU ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada Kamis, 31 Oktober 2024.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membuat sejumlah langkah merespons kondisi industri tekstil yang kian terpuruk.
Kepada pers, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kemenperin, Reni Yanita, menjelaskan kebijakan instansinya menekankan penciptaan sumber daya manusia (SDM) industri yang mampu membaca arah desain produk yang kompetitif dan inovatif.
Related News
Mentan Ungkap Masih Ada 130 Perusahaan Sawit Nakal, Cek Masalahnya
Pembangkit PLN Butuh 154 Juta Ton Batu Bara, Ternyata Masih Kurang
Aksi Beli Investor Ritel Angkat Indeks Kospi Tembus Level 8.700
Lawan Arus, Citigroup Justru Prediksi Fed Bakal Pangkas Suku Bunga
Lagi Cari Motor Listrik? Cek Dulu Perang Diskon ini di Jakarta Fair
Dolar Stabil Jelang Keputusan Fed, Pasar Cermati Penjualan Ritel AS





