APLN Agresif Pangkas Utang, Kinerja Semester I Ikut Melonjak
:
0
Plaza Kenari Mas milik PT Agung Podomoro Land Tbk
EmitenNews.com - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus mempercepat perbaikan struktur keuangannya dengan memangkas total liabilitas hingga Rp4,5 triliun dalam kurun waktu sekitar 2,5 tahun. Langkah tersebut sejalan dengan membaiknya kinerja operasional Perseroan sepanjang semester I-2026.
Hingga akhir Juni 2026, total liabilitas APLN tercatat Rp10,37 triliun, turun dari Rp11,28 triliun pada akhir 2025. Jika dibandingkan posisi akhir 2023 yang mencapai Rp14,87 triliun, Perseroan telah mengurangi beban utang sekitar Rp4,5 triliun.
Perbaikan struktur permodalan tersebut ditopang strategi monetisasi aset, optimalisasi portofolio, serta penguatan arus kas operasional.
Sepanjang semester I-2026, APLN membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp3,66 triliun, melonjak 117% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,69 triliun.
Perseroan juga berhasil membalikkan rugi komprehensif pada semester I-2025 menjadi laba komprehensif sebesar Rp523,5 miliar.
Corporate Secretary APLN, Justini Omas, mengatakan kinerja tersebut menunjukkan implementasi strategi bisnis berjalan sesuai rencana di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik.
"Kinerja semester pertama tahun ini menunjukkan bahwa implementasi dari strategi bisnis berjalan sesuai arah yang kami tetapkan. Pertumbuhan bisnis yang berhasil dicapai memberikan keyakinan bagi kami untuk terus menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun," ujar Justini dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (2/8/2026).
Lonjakan kinerja tersebut terutama didorong pengakuan penjualan Mall Deli Park Medan senilai Rp2,2 triliun kepada PT DPM Assets Indonesia melalui anak usaha Perseroan, PT Sinar Menara Deli. Transaksi tersebut merupakan bagian dari strategi optimalisasi dan rebalancing portofolio aset.
Menurut Justini, monetisasi aset bernilai tinggi membuktikan kemampuan Perseroan menciptakan nilai dari aset yang dimiliki sekaligus memperkuat fokus pada proyek-proyek dengan potensi kontribusi jangka panjang.
Di sisi operasional, pengakuan penjualan meningkat hampir tiga kali lipat menjadi Rp3,11 triliun, sementara pendapatan berulang (recurring income) tetap memberikan kontribusi sebesar Rp549,9 miliar.
Related News
ABMM Kebut Produksi Tambang Aceh, Laba Semester I Melonjak 42 Persen
Pendapatan KIJA Susut 11 Persen, Recurring Income Malah Dominan
Laba Emiten Grup Salim (IMAS) Ambles 74,3 Persen di Paruh Pertama 2026
Cimory (CMRY) Toreh Revenue Rp6,46T, Laba Naik 17,8 Persen di Q2-2026
Pendapatan ARKO Susut 6,7 Persen, Laba Bersih Tertahan di Rp36,64M
Emiten Haji Isam (TEBE) Laba Turun 27,5 Persen Sisa Rp19,9M di Q2-2026





