EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan level psikologis 9.000 pada penutupan perdagangan Jumat (23/1). Ini bersamaan dengan menurunnya akumulasi transaksi beli bersih (net buy) investor asing.

Pada periode itu, IHSG bertengger di level 8.951,01 atau secara year to date naik 3,52%.

Namun catatan net buy asing mulai menurun. Di sini, total akumulasinya mencapai USD240,52 juta atau setara Rp4,05 triliun.

Jumlah itu perlahan berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sejak awal tahun 2026, asing sebenarnya menunjukkan aksi net buy.

Pada hari perdagangan perdana 2026 alias 2 Januari 2026, asing menutup hari dengan catatan net buy Rp1,06 triliun. Sepekan kemudian atau tepatnya pada 9 Januari 2026, net buy asing bertambah jadi Rp3,09 triliun.

Tak berhenti sampai di situ, asing juga terus menambah akumulasi net buy. Hingga pada 13 Januari 2026, totalnya telah mencapai Rp7,3 triliun.

Lantas bagaimana arah investor asing ke depan? PT Eastspring Investments Indonesia melihat, di tengah perubahan metodologi perhitungan free float MSCI yang akan diumumkan pada akhir Januari, investor asing masih mencatatkan net buy.

Beberapa data pendukung adalah nilai tukar Rupiah berhasil menguat 0,45% ke Rp 16.820 per Dolar AS. Sementara di pasar obligasi, imbal hasil SBN tenor 10 tahun naik 5 bps menjadi 6,40% dan indeks obligasi turun sebesar 0,23% seiring sentimen pasar masih berhati-hati.

Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat bergerak relatif stabil seiring investor kembali fokus pada laporan kinerja perusahaan dan kebijakan moneter setelah meredanya isu ketegangan geopolitik.

Amerika juga dalam posisi perubahan Ketua The Fed yang dalam hal ini Presiden Trump sudah memilih beberapa kandidat. Selanjutnya, pelaku pasar kini menantikan keputusan kebijakan suku bunga The Fed pekan ini yang diperkirakan tetap ditahan. (*)