EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan dengan penurunan tajam. Pada Jumat (13/3/2026), indeks di Bursa Efek Indonesia itu ambles 224,90 poin atau 3,05 persen ke level 7.137,21.

Sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat bergerak di rentang 7.132 hingga 7.350 sebelum akhirnya ditutup di zona merah dalam tekanan jual yang meluas.

Keputusan investor melakukan aksi jual terjadi hampir di seluruh sektor. Seluruh indeks sektoral tercatat berakhir di zona merah dan menjadi penekan utama laju IHSG pada perdagangan hari ini.

Sektor barang baku menjadi yang paling dalam penurunannya dengan koreksi 3,87 persen. Tekanan juga terlihat pada sektor infrastruktur yang turun 3,64 persen serta sektor barang konsumen siklikal yang merosot 3,55 persen.

Aktivitas perdagangan saham terbilang ramai. Total volume transaksi mencapai 28,68 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp14 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 1,61 juta kali.

Namun tekanan pasar terlihat dari dominasi saham yang melemah. Sebanyak 629 saham turun, hanya 104 saham yang menguat, sementara 86 saham lainnya stagnan.

Di tengah pelemahan pasar, beberapa saham masih mencatat kenaikan harga. Saham PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) melonjak Rp970 menjadi Rp4.880 per saham. Kemudian saham PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) naik Rp690 ke Rp5.500 per saham, serta saham PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) menguat Rp450 menjadi Rp2.260 per saham.

Sebaliknya, sejumlah saham berkapitalisasi besar mengalami tekanan cukup dalam. Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) turun Rp17.200 ke Rp200.800 per saham, disusul saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang anjlok Rp8.675 menjadi Rp66.925 per saham, serta saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melemah Rp1.400 ke Rp17.850 per saham.

Adapun saham yang paling aktif diperdagangkan pada sesi hari ini antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan frekuensi transaksi 65.075 kali senilai Rp872 miliar. Disusul saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (KUAS) yang diperdagangkan 56.259 kali dengan nilai Rp120 miliar, serta saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebanyak 48.367 kali dengan nilai transaksi Rp562 miliar.