ARGO Jajaki Tenant Baru Usai J&T Cargo Masuk, Diam-Diam Sahamnya Naik
:
0
PT Argo Pantes Tbk (ARGO) memulai pembangunan gudang BTS untuk J&T Cargo pada April 2026 dengan nilai investasi sekitar Rp120 miliar
EmitenNews.com - PT Argo Pantes Tbk (ARGO) optimistis prospek bisnis pergudangan modern masih terbuka lebar sepanjang 2026. Setelah mengamankan kontrak jangka panjang dengan J&T Cargo, perseroan mengungkapkan tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah tenant baru yang berpotensi memperkuat pendapatan berulang (recurring income) ke depan.
Manajemen Perseroan mengatakan saat ini perseroan tidak membatasi ekspansi pada sektor tertentu. Namun, permintaan terbesar masih datang dari industri logistik, jasa kurir, hingga fast moving consumer goods (FMCG).
Menurutnya, kebutuhan ruang penyimpanan dan pusat distribusi terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas manufaktur dan distribusi barang konsumsi di Indonesia.
"Pasar yang paling terbuka saat ini adalah bisnis logistik, kurir, dan FMCG. Kebutuhan lahan dan gudang terus meningkat dan kami menyiapkan lokasi untuk menjawab kebutuhan tersebut," ujar manajemen dalam laporan hasil paparan publik Rabu lalu, dikutip Jumat (12/6/2026).
Perkuat Ekspansi di Bekasi
Manajemen ARGO bahkan mengungkapkan sedang melakukan penjajakan dengan sejumlah calon tenant baru untuk area Bekasi. Perseroan menargetkan dapat mengumumkan tenant yang akan bergabung dalam dua bulan mendatang.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, ARGO menyiapkan belanja modal (capex) minimal Rp250 miliar sepanjang 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk renovasi gudang eksisting, peningkatan infrastruktur, hingga pembangunan fasilitas baru.
Perseroan juga mulai menerapkan strategi seleksi tenant yang lebih ketat dengan mengutamakan perusahaan yang memiliki model bisnis berkelanjutan dan bersedia menjalin kontrak jangka panjang.
Di wilayah Bekasi, ARGO menargetkan area sewa mencapai 40.000 meter persegi pada tahun ini. Perseroan menilai kawasan tersebut masih memiliki potensi besar meskipun tingkat persaingan antar pengelola gudang relatif tinggi.
Kontrak Rp221 Miliar
Related News
SRTG Cairkan Dividen Jumbo, Laba Kuartal I Melesat 187 Persen
Resmikan Dermaga Ekspor, SMGR Targetkan Kirim 450MT Semen Khusus ke AS
Mesin Pertumbuhan Baru Non Batu Bara, Saham BUMI Meroket
Prospek Bisnis Berkelanjutan, Saham IPPC Semakin Dilirik Investor
IHSG Parkir di Zona Hijau, DSSA dan Grup Barito Jadi Motor Penguatan
Laba Naik 231 Persen, IDEA Mantapkan Fondasi Pertumbuhan Kinerja 2026





