Arsari Group Milik Adik Prabowo Ungkap Jadi Investor Baru COIN
:
0
Potret seremoni apresiasi kepada pemegang saham yang dilakukan oleh PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) pada Rabu (10/12/2025).
EmitenNews.com - Arsari Group, perusahaan investasi yang berada di bawah kendali Hashim Djojohadikusumo atau adik Presiden Prabowo Subianto itu resmi masuk sebagai salah satu pemegang saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN). Aksi korporasi tersebut dilakukan melalui entitas grup, PT Arsari Nusa Investama, yang dikonfirmasi pada Rabu (10/12/2025).
Masuknya Arsari Group menambah deretan investor institusi yang mulai mengambil posisi di sektor aset digital pasca-pengalihan pengawasan kripto ke OJK.
Namun, hingga penutupan Rabu (10/12) pukul 16.00 WIB, COIN terpantau belum menyampaikan keterbukaan informasi mengenai transaksi tersebut, termasuk besaran investasi yang digelontorkan.
Wakil Direktur Utama sekaligus Direktur Operasional, Aryo P.S. Djojohadikusumo dalam keterangannya Rabu (10/12) menyatakan optimisme kuat terhadap prospek COIN.
“COIN memiliki fondasi kuat serta ekosistem yang lengkap dan paling siap untuk menjadi katalis dalam membangun dan mengembangkan industri aset digital nasional,” ujar Aryo.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keputusan investasi tidak hanya berorientasi komersial, tetapi juga berkaitan dengan upaya membangun kedaulatan digital domestik.
Arsari Group disebut Aryo memiliki visi yang selaras dengan COIN berikut dua entitasnya yakni, PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC).
Masuknya Arsari Group dipandang sebagai sinyal kepercayaan institusional terhadap perkembangan ekosistem kripto di Indonesia. Namun, belum adanya rincian nilai transaksi dari pihak COIN membuat informasi yang beredar belum sepenuhnya, terutama terkait seberapa besar pengaruh aksi korporasi ini terhadap struktur pengendalian maupun strategi ekspansi perusahaan ke depan.
Sebagai catatan, di tengah tingginya minat terhadap aset digital, Indonesia kini menjadi salah satu pasar terbesar secara global. OJK mencatat hingga Oktober 2025 terdapat lebih dari 18 juta konsumen aset digital, dengan nilai transaksi mencapai Rp409,56 triliun, sementara laporan Global Crypto Adoption Index 2025 menempatkan Indonesia di peringkat ketujuh dunia.
Related News
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026
Pengendali BMAS Fasilitasi Kredit Nyaris Rp5T, Telisik Realisasinya!
SILO Ngebut di Awal 2026, Laba Melonjak Hampir 15 Persen!





