Aset Kripto Urutan Ketiga Instrumen Investasi di Indonesia, Tahun 2022 Capai Rp306 Triliun
:
0
Ilustrasi aset crypto. dok. Tokocryptonews.
EmitenNews.com - Aset kripto sebagai instrumen investasi telah mendapat tempat di Tanah Air. Inspektur Jendral Kementerian Perdagangan Frida Adiati mengatakan aset kripto berada pada urutan ketiga dalam instrumen investasi di Indonesia. Tempat pertama, dan kedua, diduduki reksadana, dan saham. Total transaksi aset kripto pada tahun 2022 mencapai Rp306,4 triliun.
"Dalam survei dari Center of Economic of Law Studies (Celios), aset kripto ini berada di urutan ketiga dari instrumen investasi yang dimiliki masyarakat Indonesia," ujar Frida dalam acara Crypto Consumer Summit di Jakarta, Selasa (21/2/2023).
Survei tersebut mencatat, 21 persen responden memiliki investasi pada aset kripto. Posisi pertama ditempati oleh reksadana dengan 29,8 persen dan pada posisi kedua diduduki saham dengan persentase sebesar 21,7 persen.
Bisa dicatat, jumlah rata-rata penempatan dana masyarakat berkisar antara Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Namun demikian, total transaksi aset kripto pada tahun 2022 mencapai Rp306,4 triliun.
Perdagangan aset kripto menjadi salah satu pilihan investasi yang diminati oleh anak muda atau generasi milenial. Meski demikian, pemahaman literasi dan edukasi terhadap aset kripto belum banyak dilakukan sehingga masih banyak masyarakat yang mengalami risiko-risiko yang tidak diinginkan.
Related News
Daftar 10 Bank Non BUMN Penampung Devisa Hasil Ekspor SDA
Longgarkan Retensi DHE Tambang jadi 3 Bulan, Begini Syarat Pemerintah
Luncurkan Saham Berlabel Hijau, Ini Harapan BEI
Insentif Motor Listrik Rp3 Juta, Menkeu Jamin Cakupannya Lebih Luas
Utang Whoosh Beralih ke Kemenkeu 15 September, Purbaya Siapkan Ini
Kantongi Daftar 40 Perusahaan Baja Tunggak Pajak, Ini Langkah Purbaya





