EmitenNews.com -PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham melalui strategi yang menyeimbangkan antara pemberian imbal hasil dan penguatan kapasitas usaha. Di tengah dinamika industri maritim dan transisi energi global, Perseroan meyakini bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh besarnya laba dalam satu periode, tetapi juga oleh keberanian membangun fondasi bisnis yang lebih kuat untuk menjawab kebutuhan masa depan. 

Atas dasar tersebut, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp3 miliar. Di saat yang sama, Perseroan menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan fase investasi strategis yang difokuskan pada penguatan kapasitas operasional, peningkatan daya saing, serta pembangunan platform pertumbuhan jangka panjang. 

Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk, Ari Askhara, mengatakan bahwa keputusan membagikan dividen di tengah fase ekspansi mencerminkan disiplin Perseroan dalam mengelola alokasi modal sekaligus keyakinan terhadap prospek bisnis ke depan. 

"Pembagian dividen merupakan bentuk apresiasi kepada para pemegang saham atas kepercayaan yang terus diberikan kepada Perseroan. Namun di saat yang sama, kami juga memastikan bahwa sebagian besar sumber daya perusahaan diarahkan untuk memperkuat kapasitas usaha. Kami percaya investasi yang dilakukan hari ini akan menjadi penggerak utama pertumbuhan dan penciptaan nilai pada tahun-tahun mendatang," ujar Ari Askhara. 

Memperkuat Kapasitas untuk Menangkap Peluang Pertumbuhan Strategi tersebut diwujudkan melalui peningkatan investasi pada aset produktif. 

Sepanjang tahun 2025, HUMI menambah enam unit armada untuk memperbesar kapasitas operasional dan memperluas kemampuan Perseroan dalam melayani kebutuhan logistik maritim, khususnya pada sektor energi yang terus berkembang. Investasi tersebut mendorong total aset Perseroan meningkat 15,18% menjadi USD346,16 juta, dibandingkan USD300,53 juta pada tahun sebelumnya. 

Peningkatan aset ini menunjukkan bahwa Perseroan tidak hanya memperbesar skala usaha, tetapi juga membangun kemampuan operasional yang lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Sejalan dengan ekspansi tersebut, HUMI membukukan pendapatan sebesar USD128,15 juta, meningkat dibandingkan USD127,68 juta pada tahun 2024. Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar USD3,21 juta. Capaian tersebut telah memperhitungkan meningkatnya beban depresiasi atas aset produktif baru, biaya pendanaan, serta investasi yang dilakukan sepanjang tahun sebagai bagian dari strategi memperkuat kapasitas bisnis. 

Menurut Ari Askhara, laba bersih tahun 2025 perlu dipahami dalam konteks siklus investasi Perseroan. "Kami melihat tahun 2025 sebagai tahun membangun fondasi. Penambahan armada dan investasi produktif memang meningkatkan beban akuntansi pada jangka pendek, namun di sisi lain memperbesar kapasitas operasional, memperluas peluang pasar, dan memperkuat kemampuan Perseroan menghasilkan pendapatan yang lebih besar di masa mendatang," jelasnya. 

Penguatan Tata Kelola sebagai Fondasi Pertumbuhan Selain memperkuat aset produktif, HUMI juga meningkatkan kapasitas organisasi melalui penguatan Good Corporate Governance (GCG) dan implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG). Sepanjang tahun 2025, Perseroan menyempurnakan Corporate Governance Code, memperkuat kebijakan dan prosedur ESG, menetapkan target dan indikator kinerja keberlanjutan, serta mengintegrasikan pengelolaan risiko ke dalam proses pengambilan keputusan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memastikan bahwa pertumbuhan bisnis berjalan secara disiplin, adaptif, dan berkelanjutan. 

Di bidang sosial, HUMI juga terus memperkuat keberagaman dan pengembangan sumber daya manusia. Proporsi karyawan perempuan meningkat menjadi 40,85%, sementara jumlah awak kapal perempuan tumbuh 49,01% dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan memandang keberagaman sebagai kekuatan yang memperkaya perspektif, meningkatkan kolaborasi, serta mendorong inovasi dalam organisasi.