ASLC Bidik Penjualan di Caroline Tembus Rp1T, Digitalisasi Jadi Kunci
:
0
Caroline.id, jenama jual beli mobil bekas milik PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC). Foto: ASLC
EmitenNews.com - Emiten industri mobil bekas, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) membidik penjualan melalui kanal Caroline menembus Rp1 triliun atau sekitar enam ribu unit di tahun 2026.
President Director ASLC, Jany Candar menyebut optimisme itu ditopang oleh strategi transformasi digital perseroan di tengah perlambatan industri otomotif nasional. Ia mengatakan, saat ini ASLC memprioritaskan ekspansi digital dibandingkan menambah jaringan showroom.
“Kami fokus ke digital expansion. Walaupun cabang tidak bertambah dan masih 18 cabang, penjualan di Caroline tetap tumbuh sekitar 57 persen,” ujar Jany dikutip YouTube Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sabtu (1/8/2026).
Di samping bisnis ritel mobil bekas, ASLC juga mengoptimalkan lini usaha lelang kendaraan melalui JBA Indonesia hingga layanan gadai kendaraan.
Sementara itu, untuk mendukung ekspansi, ASLC mengalokasikan belanja modal (capex) di bawah Rp50 miliar sepanjang tahun 2026. Hingga semester I, realisasi capex tersebut baru Rp10 miliar digelontorkan ASLC.
“Karena showroom realtif sewa tempat saja, sehingga fokus investasi lebih ke digitalisasi,” tuturnya.
Jany juga menilai potensi bisnis dari lini usaha lelang mampu tumbuh hingga 10 persen per tahun, sedangkan Caroline diproyeksikan tumbuh dua digit dengan target volume mencapai 10 ribu unit per tahun dalam lima tahun mendatang.
Semester I, ASLC Cetak Pendapatan Melonjak Meski Laba Susut
ASLC membukukan pendapatan sebesar Rp589,87 miliar pada semester I-2026, tumbuh 31,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, lonjakan beban pokok pendapatan membuat laba bersih perseroan tergerus lebih dari separuh menjadi Rp8,48 miliar.
ASLC membukukan laba bersih sebesar Rp8,48 miliar, merosot 54,31 persen dari Rp18,56 miliar. Kinerja tersebut membuat laba per saham ikut merosot jadi Rp0,67 per saham dari sebelumnya Rp1,46 per saham.
Related News
Masuknya Djarum & Tren 5G Menyengat Reli Saham BACH, Ini Kata Pengamat
Emiten Harry Tanoe (BHIT) Melesu, Laba Bersih Anjlok 52 Persen
Ditopang Produksi Panas Bumi, Pertumbuhan PGE (PGEO) Meningkat
Pendapatan Naik, PYFA Pangkas Rugi Hingga 99,4 Persen Per Juni 2026
TPIA Jelaskan Penurunan Laba, H1-2025 Didorong Keuntungan Sekali Saja
Sales Rp65T, Core Profit INDF Naik meski Laba Bersih Tertekan Kurs





