Asli Sultan! Low Tuck Kwong Bakal Cuan Rp9,4 Triliun dari Dividen Bayan Resources (BYAN)
:
0
EmitenNews.com—PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2022 sebesar USD1 miliar (sekitar Rp 15,5 triliun, asumsi kurs Rp 15.500/USD) atau sebanyak USD0,03 per saham.
Alokasi itu setara dengan 65 persen dari raihan laba per 30 September 2022 sejumlah USD1,62 miliar. So, pemegang saham akan menerima setoran dividen interim USD0,03 per lembar.
Rencana penyaluran dividen emiten tambang batu bara besutan Low Tuck Kwong itu, sesuai keputusan direksi dan diamini dewan komisaris perseroan pada 7 Desember 2022. Dan, jadwal dividen usaha milik konglomerat dengan kekayaan nomor dua Indonesia itu, sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan negosiasi pada 19 Desember 2022.
Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 20 Desember 2022. Cum dividen pasar tunai pada 21 Desember 2022. Ex dividen pasar tunai pada 22 Desember 2022. Daftar pemegang saham berhak atas dividen pada 21 Desember 2022 pukul 16.15 WIB. Pembayaran dividen pada 5 Januari 2023.
Pembagian dividen ditetapkan berdasarkan keputusan rapat direksi dan rapat dewan komisaris perseroan tanggal 7 Desember 2022. "Telah diputuskan dan disetujui pembagian dividen interim untuk tahun buku 2022 oleh perseroan sebesar USD 1.000.000.050 atau sebesar USD0,03 per saham," jelas pengumuman Bayan Resources, Jumat (9/12/2022).
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia, per 8 Desember 2022, pemilik Bayan Resources, Low Tuck Kwong menguasai 20.311.572.870 saham atau 60,93%. Dengan kepemilikan sebesar itu, berapakah jumlah dividen interim yang akan diterima Low Tuck Kwong dari perusahaannya, Bayan Resources?
Related News
Kuartal I 2026, MEDC Raup Laba USD67 Juta, Melejit 291 Persen
SCMA Catat Laba Rp307,63 Miliar, Melejit 100 Persen Kuartal I 2026
Kinerja URBN Tertekan, Rugi Membengkak ke Rp174 Miliar
Pantau! Ini Sederet Keputusan Penting Investor Untuk CBUT
Pyridam Farma (PYFA) Raih Restu Aksi Korporasi dari Pemegang Saham
Dalam Pemulihan Industri Domestik, Laba Emiten Semen Ini Naik 111%





