ASN Mulai WFH, DKI Jakarta Jadi Kota Nomor 3 dengan Kualitas Udara Paling Buruk
:
0
Ilustrasi DKI Jakarta terpapar udara kotor. dok. JPNN.
EmitenNews.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memberlakukan kerja dari rumah untuk 50 persen ASN, untuk memperbaiki kualitas udara. Dampak work from home (WFH) itu, mulai terlihat hasilnya dengan turunnya peringkat Jakarta menjadi nomor 3 kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Meski pun pada Selasa (22/8/2023), udara Jakarta tetap pada kategori tidak sehat. Kemacetan akibat mobilitas kendaraan diharapkan berkurang dengan kebijakan 50 persen WFH itu.
Data tersebut berdasarkan parameter kualitas udara IQAir. Dari 110 negara, indeks kualitas udara Jakarta mencapai angka 165 US Air Quality Index (AQI US).
Data itu tercatat pada pukul 09.15 WIB, Selasa pagi ini. Polutan utama berukuran PM2.5 dengan konsentrasi 83.5 µg/m³.
"Konsentrasi PM2.5 di Jakarta saat ini 16.7 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO." Demikian keterangan dalam laman iqair.com, Selasa.
Kuwait City, Kuwait menduduki peringkat pertama kota dengan kualitas udara terburuk 170 AQI US (tidak sehat). Baghdad, Iraq ada di posisi dua dengan angka 166 AQI US.
Related News
Transformasi SDM Unggul, Bank BSN Sabet Human Capital Awards 2026
Karhutla di Tanah Air, Polri Tetapkan 265 Tersangka, 20 dari Korporasi
Silmy Karim Didakwa Peras Penjamin WNA Rp168,92M, JPU Bongkar Modusnya
Kata Pandu Sjahrir Soal Polemik Supra Sekuritas
Kasus Suap HGB Summarecon Agung, MAKI Desak KPK Jemput Paksa Nusron
KPK Usul Aset Pejabat yang tidak Dilaporkan ke LHKPN Bisa Disita





