ASSA Ekspansi ke Bisnis Digital, Rogoh Rp5,1 Miliar untuk Dirikan TMS
:
0
PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) memperluas lini bisnis dengan masuk ke layanan berbasis teknologi melalui pengembangan Transportation Management System (TMS) Integrated Solution
EmitenNews.com - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) memperluas lini bisnis dengan masuk ke layanan berbasis teknologi melalui pengembangan Transportation Management System (TMS) Integrated Solution. Langkah ini menjadi strategi Perseroan untuk memperkuat bisnis logistik sekaligus menciptakan sumber pendapatan berulang berbasis digital.
Dalam keterbukaan informasi, Senin (11/5/2026), manajemen ASSA menjelaskan bahwa TMS merupakan solusi teknologi terpadu yang mengintegrasikan proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga penyelesaian administrasi transportasi dalam satu sistem.
Pengembangan bisnis tersebut juga didukung layanan Business Process Outsourcing (BPO) yang mencakup pengaturan pengiriman, pemantauan operasional, penagihan hingga settlement pelanggan. Selain itu, ASSA menghadirkan layanan Control Tower yang memungkinkan pemantauan pengiriman secara real-time serta pengendalian service level agreement (SLA).
Tak hanya itu, ASSA juga mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem TMS, seperti GPS kendaraan, pemantauan suhu untuk cold chain, hingga data telematika kendaraan. Teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan visibilitas operasional serta analisis kinerja berbasis data.
Perseroan menyebut TMS akan digunakan untuk mendukung operasional internal sekaligus menyasar pelanggan eksternal lintas sektor industri. Melalui pengembangan ini, ASSA berharap dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas portofolio bisnis berbasis teknologi.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, ASSA akan menambah sejumlah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), antara lain aktivitas pemrograman komputer, penerbitan software, konsultasi IoT, hingga jasa sistem komunikasi data.
Perseroan menyiapkan investasi awal sebesar Rp5,12 miliar yang seluruhnya berasal dari dana internal. Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan software, perizinan, perlengkapan kantor, dan modal kerja awal.
Rencana penambahan kegiatan usaha ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Juni 2026 di Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Related News
BUMI Beli Tambang Australia dengan Akumulasi Rugi Jumbo, Ini Alasannya
Eksposur FOLK, Terlibat dalam 2 Megaproyek Pusat Data Internasional
Jadi Sorotan BEI, Begini Jawaban Manajemen Emiten Duo Taipan Ini
MGLV Gelar Rights Issue Rp2,54 Triliun, Pengendali Serap Separuh Lebih
RBB 2026, Bank Jago (ARTO) Pastikan tak ada Rencana Merger dengan BFIN
Melantai Tahun Depan, RAJA Rencanakan Hingga 2 IPO Baru Grup Hapsoro





