EmitenNews.com—PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membukukan laba bersih sebesar Rp809,31 miliar pada semester I 2022, atau tumbuh 24,65 persen dibandingkan periode sama tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp649,34 miliar.

 

Hasil itu mendongkrak laba per saham dasar ke level Rp420,49, sedangkan di akhir Juni 2021 berada di level Rp337,38.

 

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan semester I 2022 tanpa audit emiten perkebunan sawit grup Astra yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (27/7/2022).

 

Jelasnya, pendapatan tumbuh 1,2 persen menjadi Rp10,964 triliun yang ditopang penjualan minyak sawit mentah dan turunannya sebesar Rp9,518 triliun, atau menyusut 2,3 persen dibanding semester I 2021 sebesar Rp9,746 triliun.

 

Sedangkan penjualan inti sawit dan turunannya naik 38,79 persen menjadi Rp1,406 triliun.

 

Sayangnya, beban pokok pendapatan membengkak 6,1 persen menjadi Rp9,144 triliun. Dampaknya, laba kotor menyusut 17,64 persen menjadi Rp1,82 triliun.

 

Menariknya, perseroan tidak lagi mencatatkan kerugian atas kontrak komoditas berjangka, bandingkan dengan semester I 2021 yang mencatatkan kerugian sedalam Rp647,91 miliar.

 

Sehingga, laba sebelum pajak penghasilan tumbuh 8,3 persen menjadi Rp1,203 triliun.

 

Sementara itu, aset perseroan menyusut 0,5 persen menjadi senilai Rp30,233 triliun.